Gara- gara Kawat Duri, Dua Warga Noemuti- Timor Tengah Utara Bersitegang hingga ke Polisi!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Kamis, 30 Januari 2025 | 22:22 WIB
Petronela Tilis (66), melaporkan Blasius Lopis ke Kepolisian Sektor (Polsek) Noemuti atas dugaan pengrusakan pagar kawat duri yang digunakan sebagai pembatas lahan pekarangan rumahnya. (Foto Polres TTU)
Petronela Tilis (66), melaporkan Blasius Lopis ke Kepolisian Sektor (Polsek) Noemuti atas dugaan pengrusakan pagar kawat duri yang digunakan sebagai pembatas lahan pekarangan rumahnya. (Foto Polres TTU)

Lebih lanjut, Blasius menjelaskan, ia telah beberapa kali mencoba menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena pihak Petronela menolak untuk berdamai.

“Saya sudah empat kali minta damai, tapi mama Petronela tidak mau. Saya sudah beri tahu Kepala Desa untuk bantu selesaikan masalah, tapi mama Petronela tidak mau damai. Terakhir hari Senin, tanggal 20 Januari 2025, sebelum menghadap ke Polsek Noemuti, saya pergi ke rumah mama Petronela untuk berdamai, tapi mereka tidak mau,” ujar Blasius.

 Baca Juga: Kecelakaan di Langit Washington DC: Jet American Airlines Tabrak Helikopter Militer, 19 Korban Ditemukan, Donald Trump Geram!

Sementara itu, Kapolsek Noemuti, Iptu Heru Pandogo, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

Saat ini kata Kapolsek, Polsek Noemuti sudah mengumpulkan keterangan dari saksi- saksi serta telah mengamankan barang bukti terkait kasus pengrusakan pagar tersebut.

“Kita sudah lakukan gelar perkara pada tingkat Polsek dan akan kita lakukan penyelidikan lebih mendalam,” ungkap Iptu Heru Pandogo kepada media.

 Baca Juga: Terungkap! Polisi Bongkar Kisah Kelam Pedagang Ikan di Labuan Bajo yang Terjerumus Narkotika

Petronela dan anaknya, Elvrida, juga telah berkoordinasi dengan Polres TTU untuk mengurus pengukuran batas lahan guna memperjelas sengketa yang terjadi antara kedua belah pihak.

"Kami sudah koordinasi dengan Polres, nanti kami isi formulir untuk pertanahan ukur batas, tapi kami harus omong dengan keluarga dulu," kata Elvrida.

Perbedaan klaim kepemilikan atas lahan maupun pohon yang berdiri di perbatasan dapat menjadi pemicu konflik seperti yang terjadi antara Petronela dan Blasius.

 Baca Juga: Kapal Induk Nuklir Prancis Sandar di Lombok: Ada Misi Khusus?

Beberapa warga memilih untuk tidak membahas permasalahan Petronela dan Blasius, namun di sisi lain, warga juga berharap agar persoalan ini dapat didiskusikan secara baik- baik.

Kapolsek Noemuti menegaskan, pihaknya akan tetap bekerja secara profesional dan objektif dalam menangani kasus ini.

"Jika ditemukan cukup bukti bahwa tindakan Blasius memenuhi unsur pidana, maka proses hukum akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku," katanya.

 Baca Juga: Mancing Belut, Warga Pohgading Temukan Tengkorak Misterius, Polisi Terjun Ke Lokasi

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X