hukum-kriminal

Terungkap! Sosok Oknum Guru Honorer Terseret Kasus Memalukan, Polisi Ungkap Kronologinya

Sabtu, 19 April 2025 | 23:56 WIB
Foto Ilustrasi.
 
 



 

REPORTASENTT.COM, LUMAJANG-  Sebuah kejadian mengejutkan mencuat di salah satu sekolah dasar di wilayah Tempursari, Kabupaten Lumajang.
 
Seorang oknum guru honorer berinisial JM (35) kini tengah menjadi sorotan setelah pihak kepolisian menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus yang membuat banyak pihak prihatin.

Kasus ini bermula dari laporan warga dan informasi tak terduga yang diterima oleh orang tua salah satu siswa.
 
 Baca Juga: Tarik Ulur Tarif Dagang: Indonesia dan AS Kasih Deadline 60 Hari, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
 
Polisi pun langsung bergerak cepat dan menetapkan JM sebagai tersangka setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan mengamankan barang bukti penting.

“Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan laporan resmi dan temuan awal yang cukup kuat,” ujar AKP Pras Adinata dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Lumajang, Jumat (18/4/2025).

Informasi yang dihimpun mengungkapkan bahwa peristiwa ini berawal dari interaksi melalui video call antara tersangka dan korban.
 
 Baca Juga: Ada yang Tak Beres di SPBUN Labuan Bajo? Polisi Lakukan Sidak Mendadak, Tercium Aroma Penyalahgunaan BBM Subsidi!  
 
Namun, apa yang terjadi dalam komunikasi tersebut membuat pihak keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah dan dilanjutkan ke aparat penegak hukum.

Tak butuh waktu lama, JM akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian di Tempursari, bersamaan dengan pengumpulan bukti berupa perangkat komunikasi yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

Kini, JM menghadapi ancaman hukuman berat atas perbuatannya, dengan jeratan undang-undang terkait tindak pidana kesusilaan dan penyalahgunaan teknologi informasi.
 
Baca Juga: Cerita Perjalanan Peledang Lamalera: Arungi Lautan Menuju Larantuka, Mengawal Sampan Arca Yesus Tersalib

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan pihak sekolah, untuk semakin meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, baik di dunia nyata maupun digital.

“Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan dan kehati-hatian harus terus ditingkatkan. Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi generasi penerus,” pungkas AKP Pras.

Tags

Terkini