REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Skandal dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun yang terjadi di era kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) kini mengguncang publik!
Kasus ini resmi masuk tahap penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) sejak 20 Mei 2025 dan terus menjadi sorotan tajam masyarakat.
Setelah sekian lama bungkam, Nadiem Makarim akhirnya angkat bicara! Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (11/6), mantan bos Gojek ini buka suara soal tudingan miring yang menyelimuti masa jabatannya.
Baca Juga: Hanya Ingin Mandi, Pemuda Asal TTS Tewas Tenggelam di Cekdam Kupang, Teriakan Minta Tolong Tak Terselamatkan
Berikut 5 fakta panas dan terbaru seputar skandal Chromebook Rp9,9 triliun di era Nadiem Makarim:
1. Siap Diperiksa
Tanpa ragu, Nadiem mengatakan kesiapannya untuk diperiksa dan memberi klarifikasi atas dugaan korupsi ini.
“Saya menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung,” kata Nadiem.
“Saya siap bekerja sama dan memberikan keterangan apabila diperlukan," tambah dia.
Baca Juga: Arak Naik Status! Pemda Flotim Siap Legalkan Lewat SIUP MBT, Perda Diaktifkan Lagi?
Pernyataan ini langsung jadi sorotan, seiring meningkatnya tekanan publik atas keterbukaan kasus ini.
2. Alasan Pengadaan: Tangani Krisis Pendidikan Saat Pandemi
Nadiem membela langkah pengadaan laptop itu sebagai bagian dari strategi darurat saat pandemi Covid-19.