Foto Raja Ampat Rusak Gara- gara Tambang, Menteri Bahlil Ngamuk: Itu Hoax, Izin 4 Perusahaan Dicabut!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Selasa, 10 Juni 2025 | 23:03 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat jumpa pers terkait pencabutan izin usaha tambang (IUP) milik 4 perusahaan di Raja Ampat. (YouTube.com / Sekretariat Presiden)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat jumpa pers terkait pencabutan izin usaha tambang (IUP) milik 4 perusahaan di Raja Ampat. (YouTube.com / Sekretariat Presiden)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya angkat bicara soal kekacauan izin tambang di Raja Ampat yang bikin geger media sosial.

Dalam konferensi pers di Istana Negara pada Selasa, 10 Juni 2025, Bahlil buka-bukaan soal empat perusahaan tambang yang izinnya resmi dicabut pemerintah karena beroperasi di kawasan sensitif Raja Ampat, Papua Barat Daya.

"Izin empat perusahaan di luar Pulau Gag sudah dicabut!" tegas Bahlil, menyebutkan nama-nama seperti PT Nurham, PT Anugrah Surya Pertama, PT Kawei Sejahtera Mining, dan PT Mulia Raymond Perkasa.

Baca Juga: Pemerintah RI Akhirnya Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat, Terancam Jerat Pidana!

Pencabutan ini merupakan buntut dari viralnya foto dan video di medsos yang menampilkan dugaan kerusakan parah di kawasan Pulau Gag dan Pulau Piaynemo.

Tapi, menurut Bahlil, semua itu bohong besar.

"Itu video hoax! Saya sudah ke lokasi sendiri. Jangan asal percaya medsos," ujar Bahlil seraya menunjukkan foto-foto kondisi laut Raja Ampat yang menurutnya masih terjaga.

Baca Juga: Bang Udah Bang! Jepang Hajar Indonesia 6-0, Netizen: Aura Penjajahan Terlalu Kuat

Bahlil bahkan menyebut bahwa dari total 13.000 hektare luas Pulau Gag, hanya 260 hektare yang digunakan untuk tambang.

Dari jumlah itu, 130 hektare sudah direklamasi dan 54 hektare dikembalikan ke negara.

"Jadi kalau dibilang lautnya tercemar, terumbu karangnya rusak? Mohon maaf, bisa dicek langsung!" katanya.

Baca Juga: Perahu Mogok di Tengah Laut! Nelayan Ini Diselamatkan Satpol Airud Polres Sikka

Menteri asal Papua itu juga meminta masyarakat lebih bijak dan hati-hati menyikapi informasi viral yang belum tentu benar.

"Tolong, kita harus bisa membedakan mana fakta dan mana fitnah digital," kata Bahlil.

Kini, sorotan tertuju pada pengawasan ketat izin usaha pertambangan di kawasan konservasi seperti Raja Ampat.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X