“Kami melakukan pengadaan TIK, termasuk laptop, agar siswa tetap bisa belajar di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Tak main-main, 1,1 juta unit laptop, modem 3G, dan proyektor disebut telah disalurkan ke lebih dari 77 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Foto Raja Ampat Rusak Gara- gara Tambang, Menteri Bahlil Ngamuk: Itu Hoax, Izin 4 Perusahaan Dicabut!
3. Klaim Mengejutkan, Kejaksaan Sudah Dilibatkan Sejak Awal?
Nadiem mengungkap fakta yang bikin publik tercengang, Kejaksaan ternyata sudah dilibatkan sejak awal pengadaan!
“Kami menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Tata Usaha Negara (Jamdatun) agar semua sesuai aturan.”
Ia menjelaskan, seluruh proses dilakukan lewat e-katalog LKPP untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Baca Juga: Pemerintah RI Akhirnya Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat, Terancam Jerat Pidana!
4. Chromebook Dipilih karena Murah dan Aman
Mengapa Chromebook? Nadiem mengklaim, laptop ini dipilih karena 30 persen lebih murah dibanding kompetitor dan memiliki sistem keamanan ketat.
“Chromebook punya kontrol aplikasi yang bisa melindungi siswa dari pornografi, judi online, dan gim,” katanya.
Dan semua itu tambah Nadiem, tanpa biaya tambahan dari negara.
Baca Juga: Bang Udah Bang! Jepang Hajar Indonesia 6-0, Netizen: Aura Penjajahan Terlalu Kuat
5. Benarkah Semua Sudah Sesuai Prosedur?
Publik Menanti Fakta Sebenarnya
Meski Nadiem mengatakan bahwa semua dilakukan sesuai aturan, publik kini menanti jawaban paling penting, Siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas dugaan kerugian triliunan rupiah ini?