hukum-kriminal

Satgas Gabungan TNI Lumpuhkan Dua Anggota OPM dalam Operasi Terukur di Papua

Selasa, 29 Juli 2025 | 18:57 WIB
Inilah barang bukti yang berhasil disita Satgas. (Foto/ Ist)

 

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Satuan Tugas Gabungan TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan di Papua dengan melaksanakan operasi penindakan tegas, profesional, dan berlandaskan hukum.

Operasi ini berlangsung pada Selasa (22/7/2025) di Kampung Kunga, Distrik Ilaga, dan Rabu (23/7/2025) di Kampung Gunalu, Distrik Onerik, Kabupaten Puncak.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, Satgas melakukan operasi yang berhasil melumpuhkan dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selama ini aktif melakukan aksi teror.

Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ribuan Botol Arak Ilegal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Mereka adalah Lison Murib alias Limar Elas di Kampung Kunga dan Alena Murib alias Alerid Murib di Kampung Gunalu.

Kebenaran informasi ini diperkuat oleh pernyataan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang mengonfirmasi tewasnya kedua anggotanya.

Lison Murib alias Limar Elas masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polri sejak April 2020, setelah terlibat penembakan warga sipil di parkir Gedung OB-1, Kuala Kencana, Mimika pada Maret 2020.


Baca Juga: Polisi Ungkap Kecurangan MinyaKita, Volume Dikurangi, Ratusan Kemasan Disita

Pada 2021, Lison kembali aktif sebagai Danyon Kunga, memperkuat struktur bersenjata OPM di Kabupaten Puncak.

Dari lokasi operasi di Kampung Kunga, Satgas menyita uang tunai jutaan rupiah, sejumlah senjata tajam seperti parang dan panah, lima unit ponsel, satu unit handy talkie (HT), satu teropong, munisi kaliber 5,56 mm, serta dokumen dan barang pribadi terkait jaringan separatis.

Sementara di Kampung Gunalu, ditemukan uang tunai puluhan juta rupiah, empat magazen, munisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm, bendera Bintang Kejora, cap stempel TPNPB, dokumen permintaan dana, serta perlengkapan komunikasi dan logistik.


Baca Juga: Polisi Mediasi Kasus WhatsApp Tak Pantas di Sikka, Warga Selesaikan secara Damai

Temuan ini menguatkan dugaan aliran dana ilegal yang digunakan untuk mendukung aktivitas kelompok separatis.

Halaman:

Tags

Terkini