hukum-kriminal

Viral Penganiayaan di SPN NTT: Senior Ditahan, Tapi Hasil Medis Korban Mengejutkan

Minggu, 16 November 2025 | 23:11 WIB
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra.


 

REPORTASENTT.COM, KUPANG- Kasus penganiayaan yang terjadi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Dua siswa SPN berinisial KLK dan JSU diduga menjadi korban pemukulan oleh seorang senior, Bripda Torino Tobo Dara, saat menjalani latihan kerja (latja).


Informasi awal menyebutkan bahwa tindakan kekerasan tersebut dipicu oleh ketersinggungan senior terhadap kedua siswa yang kedapatan merokok saat latja.
 
 
Bripda Torino disebut marah dan kemudian melakukan pemukulan terhadap keduanya.
 
 
 
Baca Juga: PKB Manggarai Timur Gelar Mukercab II dan PKP, Targetkan Puncak Kepemimpinan Eksekutif di Pilkada 2025
 


Aksi ini menjadi semakin ramai dibicarakan setelah diketahui bahwa seorang anggota polisi lainnya, Bripda GP, merekam peristiwa tersebut melalui video yang kemudian ikut beredar luas.



Polda NTT, melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), langsung menindaklanjuti kasus ini.
 
 
 
Bripda Torino Tobo Dara telah ditahan di tempat penempatan khusus (patsus) sebagai langkah disiplin awal.
 
 
Baca Juga: Tes Urine Bersih, Tapi Ada Polisi yang Kena Gunting di Polres Ende
 


Tidak hanya pelaku pemukulan, Bripda GP, yang merekam kejadian tanpa izin, juga dijatuhi sanksi patsus.


Sementara itu, hasil pemeriksaan medis terhadap dua siswa korban mengejutkan publik.
 
 
Menurut keterangan resmi Polda NTT, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya luka atau memar pada tubuh korban, meski video memperlihatkan aksi kekerasan.
 
 
 
Baca Juga: Kebocoran Toilet Hotel Krisna 2 Kembur Mulai Ditangani, DPMTSP Tutup Dua Kamar dan Dua Fasilitas Saniter
 


Keluarga KLK dan JSU telah mendatangi Mapolda NTT. Dalam pernyataan resminya, mereka menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada Polda NTT dan berharap agar proses berjalan transparan.



Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, memberikan perhatian penuh terhadap kasus yang telah menjadi konsumsi publik tersebut.
 
 
Kabid Humas Polda NTT,  Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan seluruh proses pemeriksaan berada dalam pengawasan langsung Kapolda.
 
Baca Juga: Polisi Segera Tindaklanjuti Kasus Kebocoran Toilet Hotel Krisna 2 di Borong


Irjen Rudi Darmoko, kata Kombes Henry menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan dalam lingkungan Polri, termasuk di lembaga pendidikan sekalipun.



Respons cepat Polda NTT melalui Propam yang langsung turun, penempatan khusus bagi terduga pelaku dan pendukung, serta pemeriksaan video kejadian, memberikan sinyal bahwa institusi Polri tidak menyepelekan kasus ini.
 
 
Viral-nya video diduga turut mempercepat proses penindakan.
 
 
Baca Juga: Sopi NTT Bertransformasi: Dari Produksi Ilegal Menjadi Sumber Ekonomi Legal



Kasus ini kembali menyoroti persoalan budaya senioritas dan kekerasan dalam proses pelatihan calon anggota Polri.
 
 
Insiden yang dipicu oleh pelanggaran ringan seperti merokok menimbulkan pertanyaan publik tentang pola pembinaan dan pengawasan internal.


Jika tidak ditangani tuntas, praktik demikian dapat merusak citra Polri dan merugikan mental para siswa yang sedang ditempa.
 
Baca Juga: Bank NTT Reshuffle Direksi, Ini Sosok dan Arah Baru yang Ditetapkan Pemegang Saham


Dengan mempublikasikan proses penahanan, pemeriksaan, serta hasil medis, Polda NTT tampak berusaha menunjukkan transparansi.
 
Namun, publik dan keluarga korban diperkirakan tetap akan memantau perkembangan kasus ini agar tidak hanya berakhir pada sanksi disiplin ringan.

Tags

Terkini