hukum-kriminal

Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum TNI AL, Ratusan Massa Kepung Lanal Melonguane

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:13 WIB
Ratusan warga berunjuk rasa di depan Markas Lanal Melonguane menuntut penanganan hukum transparan atas dugaan penganiayaan oleh oknum TNI AL.

 

REPORTASENTT.COM, MELONGUANE-  Ratusan warga menggelar unjuk rasa di Markas Pangkalan TNI AL (Lanal) Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat (23/1/2026), menyusul dugaan penganiayaan terhadap warga sipil di Pelabuhan Melonguane.



Aksi tersebut dipicu peristiwa Kamis malam (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Seorang guru SMK berinisial BS diduga dikeroyok lima oknum anggota TNI AL saat sedang memancing di pelabuhan. Korban mengalami lebam pada bagian mata, badan, dan lutut.



Massa aksi yang terdiri dari tokoh adat, pemuda, dan warga menuntut proses hukum terbuka. Situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta aksi melepas tali sandar kapal TNI AL yang berada di pelabuhan.

 

 

Baca Juga: Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan AS, DPR Ingatkan Jangan Sampai Keadilan Palestina Tersisih



Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya G. Bambungan, turun langsung melakukan mediasi di depan Markas Lanal Melonguane.



“Keadaan di lokasi sudah tidak kondusif dan perlu ditenangkan agar tidak terjadi benturan,” kata Anisya di hadapan massa.



Ia meminta warga menjaga ketertiban dan menyerahkan penanganan kasus melalui jalur hukum. Pemerintah daerah menyatakan akan mengawal proses tersebut.

 

 

Baca Juga: Deretan Hukuman Komdis PSSI Desember 2025: Pemukulan, Protes Wasit, Denda Puluhan Juta, Persebata Lembata Ikut Tersanksi



Dari pihak militer, Komando Daerah TNI AL VIII Manado menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini