hukum-kriminal

Janjian Lewat Medsos, Kelompok Remaja Hendak Tawuran di Semarang  Diamankan Polisi

Sabtu, 16 Maret 2024 | 14:32 WIB
Polsisi saat mengamankan para remaja yang hendak tawuran. (Foto Humas Polres Semarang)
 
REPORTASENTT.COM, SEMARANG- Sekelompok remaja asal Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ditangkap di dua lokasi yang berbeda oleh aparat Polsek Tuntang dan Polsek Tengaran, Jumat dini hari 15 Maret 2024.
 
Penangkapan ini atas informasi dari warga sekitar menjelang waktu sahur atau dini hari.

Kapolsek Tuntang AKP Suramto, yang ikut dalam pengamanan sejumlah remaja di wilayahnya menyampaikan bahwa, kejadian terjadi di simpang patung Gajah Ds. Sraten Kecamatan Tuntang.
 
Baca Juga: Wacana Pengisian Jabatan ASN dan Polri, MenPAN-RB Temui Kapolri

“Sekitar pukul 02.30 Wib saat personel melakukan Patroli menjelang waktu sahur mendapat laporan dari masyarakat, bahwa di kantor Kelurahan Desa Sraten, Kecamatan Tuntang warga telah mengamankan 3 orang remaja yang mengaku warga Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang," ungkapnya.

Dijelaskan AKP Suramto,  setelah dimintai keterangan dari ketiga remaja tersebut, ternyata kedua remaja masih bersetatus pelajar.
 
Remaja yang berinisial SY (18) adalah pelajar disalah satu SMK Swasta Salatiga, ID (17) tidak bersekolah dan, FS (17) teman sekolah dengan SY. Ketiganya datang ke lokasi tersebut atas tantangan dari akun medsos yang mengaku dari remaja Sraten, Kecamatan Tuntang.
 
Baca Juga: Gamelan Milik Pura Kawitan Pasek Gelgel, Buleleng Dicuri, Dijual Seharga Rp3,8 juta Oleh Pelaku

Menurut keterangan warga, Ketiga remaja ini datang bersama rekan rekannya berjumlah kurang lebih 12 orang dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sesampainya di lokasi yang ditentukan untuk tawuran yaitu simpang patung Gajah Ds. Sraten, Namun pihak lawan tidak datang.
 
"Melihat ada sekelompok remaja bukan warga Ds. Sraten di simpang patung Gajah, warga yang sedang ronda mendatanginya berhasil mengamankan ketiganya. Untuk yang lainnya melarikan diri.  Personel kami saat bersamaan sedang patroli di seputaran Jl. Fatmawati Tuntang, langsung mendatangi lokasi setelah diinfokan masyarakat," jelas Kapolsek.

Di lokasi terpisah Polsek Tengaran juga mengamankan 3 orang remaja berinisial AF (18 ) siswa salah satu SMK Swasta di Tengaran, RM (17 ) satu sekolah dengan AF, dan NA (17 ) siswa salah satu SMK Negeri di Tengaran. Dan ketiganya merupakan warga Kecamatan Suruh,Kabupaten Semarang.
 
Baca Juga: Tersangka Kasus Perampasan Motor dan Kalung di Jember Ternyata Mantan Tunangan Korban

Kapolsek Tengaran AKP Supeno SH. MH., menyampaikan bahwa ,ketiga remaja tersebut diamankan Polsek Tengaran bersama warga di Dsusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran pada, Jumat dini hari sekitar pukul 00.15 Wib.

“Kami mendapat informasi dari Polsek Tingkir Polres Salatiga bahwa ada sekitar 40 remaja menggunakan kendaraan roda 2 ke arah Tengaran, setelah kami pantau ternyata menuju DusunTugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran. Bersama warga kami mengamankan 3 orang remaja warga Kecamatan Suruh, sedangkan yang lainnya melarikan diri," katanya.

Dari keterangan remaja yang diamankan, AKP Supeno menyampaikan bahwa mereka berasal dari kelompok Geger geden Salatiga, dan memang hendak mencari lawan tawuran perang sarung di Desa Bener.
 
Baca Juga: Datangan Material Bangunan dari Jawa, Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad Berhasil Bangun Dua Gereja di Nduga Papua

Disisi lain Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra SIK. MM, mengungkapkan bahwa, kedua kejadian tersebut tidak ada saling keterkaitan, namun situasinya hampir bersamaan.
 
Kelompok yang diamankan baik dari Polsek Tuntang maupun Polsek Tengaran jelas Kapolres, tidak ada ketarkaitan. Kelompok remaja ini jelasnya, mempunyai rencana masing masing, namun waktunya hampir bersamaan. Dan dari kelompok yang diamankan Polsek Tuntang, tidak ditemukan barang bukti berupa senjata tajam maupun sarung yang digunakan untuk sarana tawuran.
 
"Namun untuk Polsek Tengaran mengamankan barang bukti 2 buah sarung, dimana sarung tersebut sudah dimodifikasi digulung pada ujungnya namun tidak ada batu atau benda keras yang digulung didalamnya," kata AKBP Oka.
 
Baca Juga: Dikawal Satkopaska, Denjaka, dan Taifib, Satgas Port Visit Mesir Berhasil Salurkan Bantuan Kemanusiaan Terbesar ke Gaza  

Kapolres menambahkan untuk para remaja setelah diberikan pembinaan di Mapolsek Tuntang dan Tengaran, dilakukan pemanggilan pihak orang tua dan sekolah. Selanjutnya dikembalikan ke pihak orang tua dengan membuat surat pernyataan dihadapan orang tua, dan pihak Sekolah.

“Kami himbau kembali, Polres Semarang tidak segan untuk mengamankan dan memberikan pembinaan, kepada remaja yang mencoba tawuran di wilayah Kab. Semarang. Serta kami ingatkan kembali kepada orang tua yang mempunyai anak di usia menjelang remaja, untuk lakukan monitoring baik kelompok bergaul, maupun kegiatan pada malam hari. Karena tidak menutup kemungkinan kegiatan Ramadhan bersama rekan rekannya, hanya sebagai alasan untuk melakukan tawuran diluar," ungkas Kapolres.

Tags

Terkini