Namun tambah dia, ada beberapa catatan- catatan penting yang terpampang melalui baliho dan pamflet Cipayung meminta agar Kapolres harus tegas dan terbuka dalam mengambil satu kebijakan untuk kasus kemanusiaan di Flores Timur.
Baca Juga: Hebat, Tim Serigala Tangkap Pelaku Pencurian Peralatan Bengkel di Kupang
Untuk diketahui, dalam aksi itu mereka membawa baliho dengan tulisan, Kapolres Flotim tunjuk TKP Meninggalnya TO dan RO.
Tuntut keadilan untuk LO dan RO, dan mosi tidak terhadap Polres Flotim.
Setiap lilin yang menyala, mewakili setiap harapan untuk keadilan.
Baca Juga: Catat Tanggal Ini, Warga Kota Larantuka Dilarang Membuang Sampah Jelang Semana Santa
Untuk diketahui, Kepolisian Diduga Lalai di Balik Kematian Terduga Pengedar Narkoba di Flores Timur
Polres Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, sedang dalam sorotan publik buntut tewasnya terduga pelaku pengedar narkoba jenis sabu berinisal RO, warga Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara.
Meski Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita sudah memberikan keterangan pers terkait kronologi kematian RO akibat kepala terbentur aspal usai memberontak dengan anggota polisi, namun publik dan sejumlah pihak menilai insiden itu akibat kelalaian dari anggota polisi itu sendiri.
Baca Juga: Tuban Diguncangi Gempa M6,0 Lepas Pantai, Pasien di RS Nahdlatul Ulama Dievakuasi
Publik meminta polisi dari Satuan Reserse Narkoba harus bertanggungjawab atas kelalaian dan kealpaannya hingga menghilangkan nyawa orang.