hukum-kriminal

Ada Apa di 12 Proyek Irigasi DAK Manggarai Raya? Polri Intensifkan Pencegahan Korupsi di 3 Kabupaten

Minggu, 15 September 2024 | 18:27 WIB
Ini adalah salah satu irigasi yang ada di Manggarai. (Foto/ tangkapan layar YouTube PUPR SDA BWS NT2)

Baca Juga: Polri Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Penyelewengan Dana PON XXI sumut


Sementara itu, Harun Al Rasyid selaku ketua Tim menyatakan bahwa dari pemantauan 12 titik dilapangan, mayoritas sudah termanfaatkan.

Namun kata dia, masih terdapat beberapa kendala seperti yang disampaikan kelompok Tani (poktan), dalam dialog bersama Pemkab Manggarai Barat.

 Baca Juga: Kisah Pilu Ismail Langga, Pria NTT yang Cintanya Ditolak Gadis Jember: 8 Bulan Pacaran, Berakhir di Masjid

Kendala yang dihadapi para petani bervariasi seperti yang disampaikan oleh, Konstantinus salah satu Poktan dari kecamatan Kuwus.

Konstantinus menyampaikan bahwa terkait harga barang di toko, seperti semen, terkadang poktan menggunakan harga Kabupaten (lebih rendah).

Sedangkan dilapangan, tambah dia harga angkutnya melebihi anggaran patokan kabupaten.

 Baca Juga: Fresly Nikijuluw Meriahkan Konser Amal Pembangunan Rumah Pastoral Leworahang, Paul Goran: Ayo Datang dan Berbagi Sukacita

Menjawabi itu, Satgassus menyarankan kepada Pemda, untuk membuat patokan harganya tidak hanya 1, tapi 3.

"Misal, agar setiap kecamatan bisa memilih yang harganya mendekati, sebab ini kecamatannya banyak. Sedangkan kepada poktan disarankan agar jika ada harga yang berbeda dari patokan, ditulis riilnya dan disimpan kwitansinya. Supaya ketika ada pemeriksaan bisa disampaikan dengan jujur," kata Harun.

Baca Juga: Trans Jakarta Perpanjang Jam Operasional Khusus Selama Konser Bruno Mars di JIS, Ini Jadwal Lengkapnya! 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Simplisius Jahali, Poktan dari Kecamatan Boleng.

Simplisius berharap agar pengawasan terkait pencairan, jangan sampai ada penyelewengan.

Halaman:

Tags

Terkini