hukum-kriminal

Gara- gara Kawat Duri, Dua Warga Noemuti- Timor Tengah Utara Bersitegang hingga ke Polisi!

Kamis, 30 Januari 2025 | 22:22 WIB
Petronela Tilis (66), melaporkan Blasius Lopis ke Kepolisian Sektor (Polsek) Noemuti atas dugaan pengrusakan pagar kawat duri yang digunakan sebagai pembatas lahan pekarangan rumahnya. (Foto Polres TTU)

 

REPORTASENTT.COM, TTU- Seorang warga Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Petronela Tilis (66), melaporkan Blasius Lopis ke Kepolisian Sektor (Polsek) Noemuti atas dugaan pengrusakan pagar kawat duri yang digunakan sebagai pembatas lahan pekarangan rumahnya.

Laporan tersebut telah diterima Polsek Noemuti pada Selasa, 24 Desember 2024, sebagaimana tercantum dalam Laporan Polisi Nomor: LP/43/XII/SPKT/POLSEK NOEMUTI/POLRES TTU/POLDA NTT.

Menurut keterangan Elvrida, anak kandung Petronela, pagar kawat duri tersebut dibuat pada 23 Desember 2024 dengan panjang sekitar 100 meter.

 Baca Juga: Media Vietnam Sindir Garuda U-20 Usai Kekalahan Beruntun di Mandiri Challenge Series 2025, Indra Sjafri Pusing Jelang Laga vs India!

Kawat tersebut kata dia, dibeli pada bulan Oktober di Kota Kefamenanu, dan dipasang sebagai pembatas antara pekarangan rumah Petronela dan pekarangan rumah milik Blasius.

“Mama beli itu kawat duri sekitar bulan Oktober tahun lalu di Kefa; terus kami buat pagar tanggal 23 Desember 2024. Itu kawat duri panjangnya sekitar 100 meter,” ungkap Elvrida dilansir dari Tribrata News TTU.

Elvrida menjelaskan, Blasius memotong kawat duri tersebut menggunakan parang hingga putus, lalu meninggalkannya tergantung di pohon tempat kawat tersebut sebelumnya dipaku.

 Baca Juga: Viral! Fenomena 'Ubur-ubur Ikan Lele' di Medsos- dari Tilang Polisi hingga Jadi Lirik Lagu Rap

"Itu kawat kami paku di pohon; terus dia datang potong kasih putus dan dia lepas tergantung begitu saja di pohon," jelas Elvrida lebih lanjut.

Blasius Lopis lun dihadapan penyidik, tidak membantah tuduhan tersebut.

Ia bahkan mengakui, jika dirinyalah telah telah memotong kawat duri yang dipasang oleh keluarga Petronela, dengan alasan bahwa kawat tersebut dililitkan di pohon miliknya.

 Baca Juga: Trump Perintahkan Pembukaan Pusat Penahanan Migran di Teluk Guantanamo

"Memang saya potong kawat duri itu karena mereka lilit di saya punya pohon. Saya punya ada tiga pohon yang mereka lilit; dua pohon Mahoni, kemudian satu pohon Jati," ungkap Blasius.

Halaman:

Tags

Terkini