Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin pemerintahan, perwakilan masyarakat sipil, dan diplomat, Paus Fransiskus mengajak masyarakat Timor Leste agar prinsip, proyek, dan pilihan mereka diilhami oleh iman mereka.
REPORTASENTT.COM- Setelah lebih dari seperempat abad dilanda konflik saat negara itu berjuang untuk kemerdekaan, Timor-Leste “telah mampu bangkit kembali”, kata Paus Fransiskus pada hari Senin, “menemukan jalan menuju perdamaian dan dimulainya fase baru pembangunan, peningkatan kondisi kehidupan, dan apresiasi di semua tingkatan atas kemegahan tanah air yang tak tersentuh ini beserta sumber daya alam dan manusianya”.
Fajar baru perdamaian dan kebebasan
Berbicara dengan para pemimpin politik, perwakilan masyarakat sipil, dan anggota korps diplomatik tak lama setelah kedatangannya di Dili, Paus Fransiskus bersyukur kepada Tuhan atas “fajar perdamaian dan kebebasan” yang akhirnya menyingsing di Timor-Leste setelah masa “hari-hari yang gelap dan sulit”.
Paus menekankan bahwa rakyat Timor tidak pernah kehilangan harapan selama periode “dramatis” perjuangan kemerdekaan, dan memuji “upaya tekun mereka untuk mencapai rekonsiliasi penuh dengan [saudara-saudari mereka] di Indonesia”.
Pada saat yang sama, ia berdoa agar Tuhan mengabulkan “agar dalam konflik-konflik lain di berbagai belahan dunia, keinginan untuk perdamaian dan pemurnian dapat menang”.
Tantangan baru
Sambil mencatat “cakrawala baru” yang telah terbuka bagi negara tersebut, Paus Fransiskus juga mengakui “tantangan baru yang harus dihadapi dan masalah baru yang harus dipecahkan”, termasuk emigrasi; kemiskinan, terutama di daerah pedesaan; penyalahgunaan alkohol; dan pembentukan geng-geng anak muda.
Baca Juga: Transaksi Narkoba di Rumahnya, JS Warga Sungai Keruh Ditangkap Satres Narkoba Polres Muba
“Itulah”, katanya, “sebab itulah saya ingin mengatakan: Semoga iman, yang telah mencerahkan dan menopang Anda di masa lalu, terus menginspirasi masa kini dan masa depan Anda”.
“Itulah”, katanya, “sebab itulah saya ingin mengatakan: Semoga iman, yang telah mencerahkan dan menopang Anda di masa lalu, terus menginspirasi masa kini dan masa depan Anda”.
Dan ia menyemangati mereka dalam bahasa Portugis, dengan mengatakan, “ Que a vossa fè seja a vossa cultura ” Semoga imanmu menjadi budayamu”, dan menambahkan, “semoga imanmu mengilhami prinsip, proyek, dan pilihan yang selaras dengan Injil”.
Pentingnya Pendidikan
Justru untuk menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi bangsa ini, Paus Fransiskus menegaskan perlunya pendidikan, khususnya melalui penyiapan mereka yang kelak terpanggil memimpin negara di masa mendatang.
Baca Juga: Korupsi Paket Peningkatan Jalan Lerahinga- Banitobo Terbongkar, 3 Tersangka Ditahan Kejaksaan Lembata
Beliau menambahkan bahwa ajaran sosial Gereja dapat memberikan landasan bagi pembentukan semacam itu, dengan mencatat bahwa ajaran itu merupakan pilar yang tak tergantikan dan dapat dipercaya, yang menjadi dasar bagi kemajuan lebih lanjut, dan sarana untuk menentukan apakah pendekatan yang berbeda mendukung atau menghambat perkembangan integral.
Alasan untuk berharap
Beliau menambahkan bahwa ajaran sosial Gereja dapat memberikan landasan bagi pembentukan semacam itu, dengan mencatat bahwa ajaran itu merupakan pilar yang tak tergantikan dan dapat dipercaya, yang menjadi dasar bagi kemajuan lebih lanjut, dan sarana untuk menentukan apakah pendekatan yang berbeda mendukung atau menghambat perkembangan integral.
Alasan untuk berharap
Terakhir, Paus Fransiskus menyoroti wajah muda Timor-Leste, di mana lebih dari 65 persen penduduknya berusia di bawah tiga puluh tahun.
Pada saat yang sama, ia mengajak kaum muda, dengan kesegaran dan akal budi mereka, untuk mengambil manfaat dari pengalaman dan kebijaksanaan orang-orang tua.
“Bersama-sama, antusiasme dan kebijaksanaan ini merupakan sumber daya yang besar dan tidak memungkinkan kepasifan, apalagi pesimisme.
Baca Juga: Pengedar Narkoba di Mataram Digerebek Polisi, Barang Bukti Sabu Diamankan
Memuji Timor-Leste atas “tekad dan kepahlawanan yang sabar” yang ditunjukkan negara tersebut dalam menghadapi “masa-masa sulit yang berat”, Paus Fransiskus mengakhiri pidatonya dengan mencatat bahwa, mengingat apa yang telah dicapai di masa lalu, “ada alasan untuk yakin bahwa bangsa Anda juga akan mampu menghadapi, dengan cerdas dan kreatif, kesulitan-kesulitan dan masalah-masalah masa kini”.
Memuji Timor-Leste atas “tekad dan kepahlawanan yang sabar” yang ditunjukkan negara tersebut dalam menghadapi “masa-masa sulit yang berat”, Paus Fransiskus mengakhiri pidatonya dengan mencatat bahwa, mengingat apa yang telah dicapai di masa lalu, “ada alasan untuk yakin bahwa bangsa Anda juga akan mampu menghadapi, dengan cerdas dan kreatif, kesulitan-kesulitan dan masalah-masalah masa kini”.
Artikel Terkait
Kisah Seorang Gadis 13 Tahun yang Ditemukan di Kuburan Cina, Bertemu Pelaku pada Acara Kuda Kepang
Kasus Pembakaran Sumur Minyak Ilegal, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya!
Transaksi Narkoba di Rumahnya, JS Warga Sungai Keruh Ditangkap Satres Narkoba Polres Muba
Apel Deklarasi Jateng Zero Knalpot Brong, Langkah Tegas Polda Jateng Wujudkan Pemilu Damai
Satgaster Yonif 754 Kostrad Gaungkan Program Papua Pintar