REPORTASENTT.COM- Pangeran Harry mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan pengadilan Inggris terkait pencabutan perlindungan keamanannya. Dalam pernyataan emosional, ia menyatakan bahwa hidup terlalu berharga untuk dihabiskan dalam pertikaian, terlebih dengan kondisi kesehatan sang ayah, Raja Charles III, yang kini menjadi perhatian.
“Tidak ada gunanya terus bertengkar. Hidup itu berharga. Aku tidak tahu berapa lama lagi ayahku masih hidup. Dia tidak mau bicara padaku karena masalah keamanan ini. Tapi akan lebih baik jika kita berdamai,” kata Harry, dikutip dari situs resmi Sussex.
Harry menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan keluarga kerajaan, meskipun telah melepaskan peran dalam institusi kerajaan.
“Tidak ada gunanya terus bertengkar. Hidup itu berharga. Aku tidak tahu berapa lama lagi ayahku masih hidup. Dia tidak mau bicara padaku karena masalah keamanan ini. Tapi akan lebih baik jika kita berdamai,” kata Harry, dikutip dari situs resmi Sussex.
Harry menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan keluarga kerajaan, meskipun telah melepaskan peran dalam institusi kerajaan.
“Saya harus melakukannya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan bahwa keputusan pencabutan keamanan terhadapnya dapat menjadi preseden berbahaya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan bahwa keputusan pencabutan keamanan terhadapnya dapat menjadi preseden berbahaya.
“Apakah saya memiliki peran resmi atau tidak, itu tidak relevan dengan ancaman, risiko, dan dampak pada reputasi Inggris jika sesuatu terjadi,” ujarnya.
“Yang benar-benar membuat saya khawatir adalah keputusan ini menciptakan preseden bahwa keamanan dapat digunakan untuk mengendalikan anggota keluarga, dan pada dasarnya memenjarakan mereka agar tidak dapat memilih kehidupan yang berbeda.”
Baca Juga: Liga 4 Nasional: Persebata Lembata Libas Persewangi 2-0, Mantap ke 16 Besar Sebagai Juara Grup
Lewat proses hukum yang dijalaninya, Harry mengklaim menemukan adanya keinginan dari sejumlah pihak agar "sejarah terulang kembali".
Lewat proses hukum yang dijalaninya, Harry mengklaim menemukan adanya keinginan dari sejumlah pihak agar "sejarah terulang kembali".
Namun ketika ditanya siapa yang ia maksud, Harry menolak menjawab.
Dalam pernyataan terpisah, Harry menyebut keputusan yang diambil lembaga keamanan Ravec tidak adil.
Dalam pernyataan terpisah, Harry menyebut keputusan yang diambil lembaga keamanan Ravec tidak adil.
“Kemampuan Ravec untuk membuat keputusan di luar kebijakannya sendiri dan kepekaan politik dalam kasus saya telah mengalahkan kebutuhan akan pengambilan keputusan yang adil dan konsisten,” tulis Harry.
Ia menyebut lembaga yang sama telah memangsa mendiang ibunya, Putri Diana, dan kini mencabut perlindungan terhadap dirinya dan keluarganya.
Harry mengaku “hancur” atas keputusan tersebut.
Harry mengaku “hancur” atas keputusan tersebut.
“Bukan karena kekalahan, tetapi karena orang-orang di balik keputusan itu merasa bahwa ini tidak apa-apa,” katanya kepada BBC.
Ia menduga beberapa pihak menganggap keputusan itu sebagai “kemenangan besar”.
Meski kecewa, Harry menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum lebih lanjut. “Putusan hari Jumat telah membuktikan bahwa tidak ada cara untuk memenangkan perkara ini melalui pengadilan,” ujarnya.
Meski kecewa, Harry menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum lebih lanjut. “Putusan hari Jumat telah membuktikan bahwa tidak ada cara untuk memenangkan perkara ini melalui pengadilan,” ujarnya.
Baca Juga: Ramai Rencana Siswa Nakal Jabar Dikirim ke Barak TNI, P2G Sebut Konsepnya Belum Jelas
Menanggapi pernyataan Harry, juru bicara Istana Buckingham menyampaikan bahwa semua permasalahan terkait telah diperiksa secara menyeluruh oleh pengadilan.
Menanggapi pernyataan Harry, juru bicara Istana Buckingham menyampaikan bahwa semua permasalahan terkait telah diperiksa secara menyeluruh oleh pengadilan.
“Kesimpulan yang sama dicapai pada setiap kesempatan,” ujarnya.