Mirip Yellowstone Amerika Serikat, Kawah Nirwana di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Alami 3 Kali Erupsi

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 08:03 WIB
Kawah Nirwana atau Nirwana Keramikan yang masuk dalam wilayah Taman Wisata Kawah Bumi, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. (Foto BNPB)
Kawah Nirwana atau Nirwana Keramikan yang masuk dalam wilayah Taman Wisata Kawah Bumi, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. (Foto BNPB)

REPORTASENTT.COM- Kawah Nirwana atau Nirwana Keramikan yang masuk dalam wilayah Taman Wisata Kawah Bumi, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, mengalami tiga kali erupsi hari ini, Jumat (24/5) dalam rentang waktu antara pukul 08.30-09.00 WIB.


Adapun erupsi yang pertama teramati mengeluarkan pasir, kemudian yang kedua mengeluarkan lahar dan terakhir asap tebal berwarna hitam pekat.

Saat terjadi erupsi, dentuman keras juga terdengar dalam radius beberapa kilometer.

Baca Juga: Gunung Kelimutu Naik Status Waspada, Masyarakat dan Pengunjung Dilarang Berada di Sekitar Area Kawah dalam Radius 250 Meter

Menurut catatan, erupsi Kawah Nirwana tersebut merupakan fenomena yang pertama kalinya terjadi setelah 91 tahun terakhir atau pada 1933 silam.

Kawah tersebut merupakan kaldera gunungapi aktif dengan luas mencapai 128 kilometer persegi yang sudah lama menjadi kawasan wisata geothermal.

Erupsi tersebut turut membuat panik masyarakat sekitar termasuk wisatawan yang datang.

Baca Juga: Gara- gara Hal Ini, Seorang Pria ODGJ di Kolbano TTS Tega Aniaya Ayah dan Akhiri Hidup Kakeknya Sendiri

Beruntung tidak ada korban jiwa atas fenomena tersebut dan saat ini kondisi mulai kondusif.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat bersama unsur TNI dan Polri mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati kawah, tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaanya.

Sebab, kawasan yang disebut mirip dengan Yellowstone di Amerika Serikat itu mengalami peningkatan suhu dan kemunculan batu kerikil kecil pascaerupsi sehingga dikhawatirkan dapat berpotensi terjadi erupsi susulan.

Baca Juga: Penipuan Online Semakin Marak, Warga Diminta Untuk Tetap Waspada

Saat ini tim-tim ahli terkait tengah menyelidiki atas fenomena erupsi tersebut.

Hasil perkembangan analisa maupun kondisi terbaru pascaerupsi di lapangan akan disampaikan kedepannya.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X