Gunung Kelimutu Naik Status Waspada, Masyarakat dan Pengunjung Dilarang Berada di Sekitar Area Kawah dalam Radius 250 Meter

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Jumat, 24 Mei 2024 | 21:04 WIB
Proses perubahan warna air Danau Kelimutu
Proses perubahan warna air Danau Kelimutu
 
REPORTASENTT.COM, ENDE- Status Gunung Kelimutu yang berada di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari sebelumnya normal kini menjadi Waspada atau Level II, setelah salah satu air di danau tersebut berubah warna.
 
Kenaikan tingkat aktivitas gunung Kelimutu ini terhitung mulai hari ini, Jumat (24/5)  pukul 13.00 WITA, oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
 
Akibat dari kenaikan status itu juga, PVMBG melalui Kepala PVMBG Hendra Gunawan meghimbau masyarakat atau pengunjung di sekitar Gunung Kelimutu agar tidak berada di sekitar area kawah dalam radius 250 meter dari tepi kawah.
 
 
PVMBG melakukan pengamatan secara visual dan instrumental dari Pos pengamatan yang berada di Kampung Kolorongo, Desa Koa Nora, Kabupaten Ende.

Gunung Kelimutu memiliki tiga danau kawah yaitu Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah 2 (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah 3 (Tiwu Ata Bupu).
 
Pengamatan visual mengindikasikan terjadinya pelarutan batuan pada Kawah I dan naiknya fluida magmatik ke permukaan yang ditunjukkan dari peningkatan suhu air danau Kawah II.
 
Baca Juga: Kasus Ilegal Logging Hutan Lindung Oan di Rote Barat Laut, Kepolisian Berhasil Amankan Tersangka dan Barang Bukti

Kemudian perluasan sebaran endapan belerang di permukaan air danau Kawah II menunjukkan peningkatan aktivitas sistem magmatik-hidrotermal yang ada di bawahnya.

"Perubahan warna air danau kawah dan sebaran belerang yang intensif didukung oleh peningkatan kegempaan mengindikasikan terjadinya suplai magma ke permukaan," kata Hendra, dilansir melalui ANTARA.
 
Saat ini Gunung Kelimutu memiliki potensi bahaya berupa erupsi freatik dan magmatik yang menghasilkan lontaran material dalam radius 250 meter. Hujan abu dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung pada arah dan kecepatan angin.
 
Baca Juga: Istri Gembong Narkoba Fredy Pratama Diproses Kepolisian Thailand, Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Tindak Pidana pencucian Uang

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu agar tetap tenang, tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Kelimutu.
 
Proses Perubahan Warna Danau Kelimutu
 
Hasil pemantauan yang dilakukan oleh Pegawai Balai TN Kelimutu dan Tim Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu pada hari ini (Rabu, 22 Mei 2024), air Danau Ata Polo terlihat berwarna coklat kehitaman.
 

Data dari kamera CCTV menunjukkan perubahan warna air Tiwu Ata Polo sejak tanggal 14 sampai dengan 22 Mei 2024 yang terekam sebagai berikut:
 

- 14 Mei 2024 : air berwarna hijau kebiruan
- 15 Mei 2024 : air berwarna hijau kebiruan
- 16 Mei 2024 : perubahan air menjadi warna hijau
- 17 Mei 2024 : perubahan warna air dari hijau menjadi menjadi hijau tua, tampak jelas teramati dua titik bulan air di atas permukaan danau kawah di bagian sebelah timur laut, bau gas belerang tercium lemah.
- 18 Mei 2024 : air berwarna hijau tua
- 19 Mei 2024 : air berwarna hijau tua
- 20 Mei 2024 : air berwarna hijau tua
- 21 Mei 2024 : perubahan air menjadi warna hijau kecoklatan
- 22 Mei 2024 : perubahan air menjadi warna coklat kehitaman.
 
 

Sementara itu, tidak terjadi perubahan warna pada Tiwu Ata Bupu dan Tiwu Nuwa Muri Ko'o Fai.
 
Tiwu Ata Bupu airnya berwarna hijau tua, sedangkan Tiwu Nuwa Muri Ko'o Fai airnya berwarna biru muda dengan endapan belerang berwarna kuning muda yang bertebaran di atas permukaan air.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X