REPORTASENTT.COM- Pakor Polwan RI, Brigjen Dra. Desy Andriani menerima delegasi Kepolisian Kamboja yang dipimpin Pol. Lt. Gen. Ros Chansophea, Wakil Komisaris Jenderal Kepolisian Nasional Kamboja di SSDM Polri, Rabu, 10 Juli 2024.
Kunjungan ini dalam rangka studi banding dan mempelajari pemberdayaan Polisi Wanita (Polwan) dan pengarusutamaan gender di lingkungan Polri. Studi banding itu berlangsung dsi 19—21 Juli 2024.
“Mereka datang untuk melaksanakan studi banding terutama dalam masalah rekrutmen, _woman leadership_, dan juga bagaimana Polri menyikapi tantangan tugas ke depan khususnya tentang isu _Gender-based violence_ (GBV). Hal ini dilakukan dalam bentuk _sharing best practices_ serta tantangan yang dihadapi dan bagaimana kita menyikapi tantangan tersebut,” ujar Brigjen Desy Andriani.
Kunjungan ini dalam rangka studi banding dan mempelajari pemberdayaan Polisi Wanita (Polwan) dan pengarusutamaan gender di lingkungan Polri. Studi banding itu berlangsung dsi 19—21 Juli 2024.
“Mereka datang untuk melaksanakan studi banding terutama dalam masalah rekrutmen, _woman leadership_, dan juga bagaimana Polri menyikapi tantangan tugas ke depan khususnya tentang isu _Gender-based violence_ (GBV). Hal ini dilakukan dalam bentuk _sharing best practices_ serta tantangan yang dihadapi dan bagaimana kita menyikapi tantangan tersebut,” ujar Brigjen Desy Andriani.
Baca Juga: Rugikan Negara Rp1,35 Miliar, Ternyata Peran Pelaku Berbeda- beda dalam Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Rumah Sakit
Brigjen Desy menambahkan, kunjungan Kepolisian Kamboja atas Kerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Pakor Polwan RI juga menyampaikan komitmen Polri terhadap inklusivitas, yang ditunjukkan dengan dibukanya kesempatan bagi penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan tertentu untuk mengikuti seleksi menjadi anggota Polri.
Dalam pertemuan yang berlangsung cair dan akrab ini, Pol. Lt. Gen. Ros Chansophea menyatakan ketertarikannya dengan berbagai inisiatif Polri, termasuk sosialisasi pengarusutamaan gender, pelatihan dan mentoring gender, serta penyediaan tunjangan khusus dan fasilitas bagi Polwan.
Brigjen Desy menambahkan, kunjungan Kepolisian Kamboja atas Kerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Pakor Polwan RI juga menyampaikan komitmen Polri terhadap inklusivitas, yang ditunjukkan dengan dibukanya kesempatan bagi penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan tertentu untuk mengikuti seleksi menjadi anggota Polri.
Dalam pertemuan yang berlangsung cair dan akrab ini, Pol. Lt. Gen. Ros Chansophea menyatakan ketertarikannya dengan berbagai inisiatif Polri, termasuk sosialisasi pengarusutamaan gender, pelatihan dan mentoring gender, serta penyediaan tunjangan khusus dan fasilitas bagi Polwan.
Baca Juga: Sebanyak 198 Bintara Polri di Polda NTT Resmi Dilantik, Irjen Pol. Daniel: Selalu Pegang Teguh Integritas dalam Menjalankan Tugas
Kepolisian Kamboja juga mempelajari tentang jaringan Polwan Indonesia dan partisipasi Indonesia dalam International Association of Women Police (IAWP) yang mengantarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memenangkan penghargaan Male Award in Support He for She UN Campaign di Auckland, Selandia Baru tahun 2023.
“Saya sudah pernah bertemu Brigjen Pol. Desy dan delegasi Polwan RI sebelumnya di event regional dan internasional. Mereka sangat ramah. Bagi saya Indonesia adalah teman yang baik, sangat terbuka dan suportif. Kami sangat tertarik melakukan studi banding tentang isu _Gender-based violence_ dan pengarusutamaan gender. Saya sangat yakin akan terjalin kerjasama yang erat dan saling membantu antara kedua lembaga kepolisian,” ujar Pol. Lt. Gen. Ros Chansophea.
Kepolisian Kamboja juga mempelajari tentang jaringan Polwan Indonesia dan partisipasi Indonesia dalam International Association of Women Police (IAWP) yang mengantarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memenangkan penghargaan Male Award in Support He for She UN Campaign di Auckland, Selandia Baru tahun 2023.
“Saya sudah pernah bertemu Brigjen Pol. Desy dan delegasi Polwan RI sebelumnya di event regional dan internasional. Mereka sangat ramah. Bagi saya Indonesia adalah teman yang baik, sangat terbuka dan suportif. Kami sangat tertarik melakukan studi banding tentang isu _Gender-based violence_ dan pengarusutamaan gender. Saya sangat yakin akan terjalin kerjasama yang erat dan saling membantu antara kedua lembaga kepolisian,” ujar Pol. Lt. Gen. Ros Chansophea.
Baca Juga: Polres Sibolga Berhasil Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu
Selain melakukan kunjungan ke SSDM Polri, delegasi Kamboja juga melakukan kunjungan ke Pusat Misi Internasional Polri, PPA Polda Metro Jaya, serta Sepolwan dalam rangkaian studi banding ini.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat kapasitas penegak hukum Kamboja dalam menangani kekerasan berbasis gender dan membangun jaringan kepolisian perempuan yang lebih kuat di Asia Tenggara.
Untuk meningkatkan peran perempuan dalam penegakan hukum di wilayah ASEAN, diharapkan dari pertemuan ini bisa terbentuk asosiasi Polwan se-ASEAN.
Selain melakukan kunjungan ke SSDM Polri, delegasi Kamboja juga melakukan kunjungan ke Pusat Misi Internasional Polri, PPA Polda Metro Jaya, serta Sepolwan dalam rangkaian studi banding ini.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat kapasitas penegak hukum Kamboja dalam menangani kekerasan berbasis gender dan membangun jaringan kepolisian perempuan yang lebih kuat di Asia Tenggara.
Untuk meningkatkan peran perempuan dalam penegakan hukum di wilayah ASEAN, diharapkan dari pertemuan ini bisa terbentuk asosiasi Polwan se-ASEAN.
Artikel Terkait
BBKSDA Riau Tanggapi Video Harimau Muncul di Area Konsesi Pelalawan
Sebanyak 8 Tersangka Diamankan Polda Bengkulu dalam Operasi Antik Nala 2024
Polres Sibolga Berhasil Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu
Sebanyak 198 Bintara Polri di Polda NTT Resmi Dilantik, Irjen Pol. Daniel: Selalu Pegang Teguh Integritas dalam Menjalankan Tugas
Rugikan Negara Rp1,35 Miliar, Ternyata Peran Pelaku Berbeda- beda dalam Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Rumah Sakit