Ia mengatakan tindakan tersebut merupakan ancaman serius bagi kebebasan pers.
"Mereka yang melakukannya dengan sadar mengabaikan proses pengaduan ke Dewan Pers, dengan sadar mengabaikan undang-undang pers yang lahir di era reformasi, demi mematikan napas media yang tidak mereka sukai dengan mudah," lanjutnya.
Dalam peringatan Hari Pers Nasional 2025 ini, Agus mengajak seluruh insan pers untuk tetap bersatu dalam menjaga kebebasan jurnalistik di Indonesia.
Baca Juga: Skandal DeepFake Seret Nama Pejabat Istana, Prabowo- Gibran Jadi Korban
"Mari kita, teman-teman seprofesi, wartawan, dan pengelola media, untuk bersama-sama saling merangkul dan menjaga kebebasan pers," ajaknya.
Ia juga mengingatkan betapa pentingnya menyampaikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat demi menjaga peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.
"Semoga setiap jurnalis mampu menghadapi tantangan-tantangan baru ini dengan semangat yang tinggi. Mari kita terus bersinergi untuk Indonesia yang lebih baik," tandas Agus Sulistriyono.
Baca Juga: Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Razman Nasution Ricuh, Hotman Paris Dievakuasi
Pernyataan lengkap dari CEO Promedia Agus Sulistriyono dapat disimak melalui laman media sosial resmi Promedia di Instagram, TikTok, YouTube, dan jaringan PROTV.
Artikel Terkait
Skandal DeepFake Seret Nama Pejabat Istana, Prabowo- Gibran Jadi Korban
Sering Mengaku Stok Blanko dan Kertas Kosong, Warga Ramai- ramai Sumbang HVS ke Disdukcapil
Kasus Pesta S*ks di Jaksel Terungkap, Komisi III Soroti Dampak Kesehatan dan Ancaman IMS
Bocah Terseret Arus di Flores Timur Ditemukan Tak Bernyawa, Operasi SAR Resmi Ditutup
Hari Pers Nasional 2025: Pers Mengawal Ketahanan Pangan dan Jejak Panjang Menuju Kebebasan