Situasi berubah setelah Reformasi 1998. Kebebasan berserikat kembali terbuka dan peringatan Hari Buruh kembali ramai digelar di berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013. Sejak kebijakan itu berlaku, Hari Buruh resmi menjadi tanggal merah di Indonesia.
Kini, Hari Buruh tidak hanya menjadi peringatan historis, tetapi juga ruang dialog untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Baca Juga: Sambut Hardiknas, Siswa dan Guru SD Inpres Boru Gelar Aksi Bersih Lingkungan
Aspirasi yang kerap disuarakan antara lain upah layak, perlindungan pekerja kontrak dan outsourcing, jaminan sosial, keselamatan kerja, serta hak berserikat.
Selain aksi unjuk rasa, berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, dan dialog sosial juga rutin digelar untuk memperkuat hubungan industrial yang sehat.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya pada puncak perayaan May Day 2026 menyampaikan penghargaan kepada para pekerja di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Detik- detik Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur, Penumpang Ceritakan Kronologi Mencekam
“Hari ini adalah hari bersejarah, hari perjuangan kaum buruh. Hadir bersama saudara-saudara merupakan kehormatan bagi saya,” kata Prabowo.
Ia juga menyampaikan telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang ditujukan untuk melindungi pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja.
Selain itu, Prabowo menyebut telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Baca Juga: Pabrik Tahu Jadi Saksi Damai, Polisi Kota Raja Sulap Konflik Jadi Pelukan Perdamaian
“Perusahaan aplikasi wajib mengikutsertakan pengemudi dalam BPJS Kesehatan dan Jaminan Kecelakaan Kerja. Pembagian pendapatan juga harus lebih adil bagi pengemudi,” kata Prabowo.
Menurut dia, pemerintah akan terus memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama kelompok pekerja, petani, nelayan, dan masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.
Perjalanan Hari Buruh di Indonesia menunjukkan perubahan panjang, mulai dari masa kolonial, pembatasan politik, hingga pengakuan resmi sebagai hari libur nasional.