Gubernur NTT Soroti Garam, Perikanan, dan Pertanian di Flores Timur: Siapa yang Diuntungkan?

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Kamis, 3 April 2025 | 21:09 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menggelar diskusi bersama para kepala desa serta perwakilan kepala sekolah SMA dan SMK se-Flores Timur. (Foto Elen Labina)
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menggelar diskusi bersama para kepala desa serta perwakilan kepala sekolah SMA dan SMK se-Flores Timur. (Foto Elen Labina)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Sebuah pertemuan penting berlangsung di rumah jabatan Bupati Flores Timur pada Rabu (3/4/2025) sore.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menggelar diskusi bersama para kepala desa serta perwakilan kepala sekolah SMA dan SMK se-Flores Timur.

Agenda utama pertemuan ini adalah membahas sektor garam, pertanian, dan perikanan yang menjadi potensi besar di daerah ini.

 Baca Juga: Lamahala dalam Balutan Adat: Gubernur NTT Bawa Harapan Pembangunan dan Kebangkitan Ekonomi Pesisir

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyoroti potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Flores Timur.

Ia menekankan bahwa kekayaan laut seperti ikan, garam, rumput laut, bahkan mutiara seharusnya dapat dikelola dengan lebih baik untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Flores Timur ini adalah pusat kelautan dan perikanan. Dua sektor ini harus menjadi keunggulan daerah. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah soal mutiara. Siapa yang sebenarnya mengelola mutiara di Flores Timur? Pemerintah daerah tidak mendapatkan apa-apa dari sektor ini, padahal kita diminta menjaga keamanan. Kita harus membicarakan ini,” tegas Gubernur.

 Baca Juga: Tinjau Program Kesehatan Gratis di Puskesmas Baniona, Gubernur NTT Soroti Hal Ini!

Selain perikanan, Gubernur juga menyoroti komoditas pertanian seperti jambu mete.

Ia mengungkapkan keprihatinannya karena produk jambu mete dari Flores Timur dan NTT hanya diekspor dalam bentuk mentah, lalu diolah di India sebelum kembali dijual ke pasar internasional dengan harga jauh lebih tinggi.

“Kita sangat rugi! Harusnya kita mengolah sendiri dan menjual dengan label ‘Flores Timur’. Kalau desa-desa bisa memanfaatkan dana desa untuk membangun industri pengolahan sendiri, harga jualnya pasti lebih mahal,” ujarnya.

 Baca Juga: Geger! Gus Fuad Plered Diduga Hina Ulama Habib Idrus Bin Salim Al Jufrie, Kecaman Mengalir Deras!

Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan kepala desa untuk lebih ketat mengawasi sistem perdagangan di desa.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X