Ia mengatakan, petani seringkali dirugikan oleh tengkulak yang mengambil keuntungan besar dari hasil panen mereka.
“Saya minta kepala desa mengunci pintu desa agar pedagang tidak bisa membeli hasil panen petani dengan harga murah. Ini yang membuat petani selalu kalah. Presiden Prabowo sudah membentuk Koperasi Merah Putih agar uang berputar di desa dan petani bisa hidup sejahtera,” jelasnya.
Baca Juga: Dana Nasabah BRI Raib! Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Gubernur pun menekankan bahwa anggaran untuk Koperasi Merah Putih mencapai Rp3 hingga Rp5 miliar per tahun.
Ia mengingatkan agar dana tersebut dikelola dengan transparan dan tidak disalahgunakan.
“Kalau ada yang korupsi, akan langsung ditangkap. Kepala desa harus menggunakan uang ini sebaik mungkin untuk kepentingan rakyat, agar petani bisa benar-benar sejahtera,” pungkasnya. (Elen Labina)
Artikel Terkait
Tissa Biani Kenang Ray Sahetapy: Unggah Video Lawas Gitaran Lagu Hey Jude
Geger! Gus Fuad Plered Diduga Hina Ulama Habib Idrus Bin Salim Al Jufrie, Kecaman Mengalir Deras!
Revisi UU Pengelolaan Sampah, Langkah Darurat Atasi Krisis Lingkungan?
Tinjau Program Kesehatan Gratis di Puskesmas Baniona, Gubernur NTT Soroti Hal Ini!
Lamahala dalam Balutan Adat: Gubernur NTT Bawa Harapan Pembangunan dan Kebangkitan Ekonomi Pesisir