Ia menegaskan, Jepang sebagai negara industri tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja untuk sektor-sektor manual, sehingga membutuhkan pasokan dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
“Namun, untuk bisa diterima, para peserta harus punya keterampilan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman budaya yang baik. Itulah pentingnya pelatihan intensif ini,” jelasnya.
Ignas juga mengapresiasi transparansi dari pihak LPK Sekai Hikari Indonesia dalam menjelaskan seluruh prosedur, termasuk kesiapan psikologis calon peserta.
Baca Juga: Dini Hari di Jalur Tikus, Satgas Gagalkan Penyelundupan Miras dan Sabu dari Malaysia!
“Kami menaruh kepercayaan besar kepada LPK Sekai Hikari. Perjanjian ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen bersama untuk memperlakukan para peserta secara manusiawi dan profesional,” ujarnya.
Pemerintah daerah harap Wabup, kerja sama ini menjadi awal dari hubungan jangka panjang dalam mencetak tenaga kerja muda yang kompeten dan berdaya saing global.
Artikel Terkait
Kasus Korupsi Dana Bencana Rp3,8 Miliar di Ende, Tersangka CS alias J Diserahkan ke Jaksa
Dini Hari di Jalur Tikus, Satgas Gagalkan Penyelundupan Miras dan Sabu dari Malaysia!
Viral! Ibu di Kupang Nyaris Cium Wapres Gibran, Kini Minta Maaf
Asap Hitam Mengepul, Hari Pertama Konklaf Berakhir Tanpa Paus Terpilih
Tradisi Tua di Tahta Suci: Mengapa Paus Tak Pakai Nama Asli?