Ormas Meresahkan Makin Marak
Langkah ini diambil menyusul maraknya aksi premanisme yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas).
Salah satu kasus yang ramai disorot adalah permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh sejumlah ormas kepada pelaku usaha menjelang Lebaran.
Tak hanya itu, aksi ormas juga disebut-sebut menghambat pembangunan pabrik mobil listrik PT BYD di Subang, Jawa Barat.
Baca Juga: Dua Pria Asal Ile Boleng Ditangkap Satresnarkoba Polres Flores Timur
Kasus ini terungkap setelah Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendapat laporan langsung dari markas besar BYD di Shenzhen, China.
Di sejumlah daerah, aksi ormas bahkan mulai mendapat penolakan dari warga.
Di Bali, misalnya, ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya ditolak masuk.
Baca Juga: Tradisi Tua di Tahta Suci: Mengapa Paus Tak Pakai Nama Asli?
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan, Bali tak memerlukan ormas luar untuk menjaga keamanan.
Ia menekankan peran pecalang, petugas keamanan berbasis desa adat.
yang selama ini terbukti efektif menjaga ketertiban bersama aparat TNI-Polri.
Artikel Terkait
Dua Pria Asal Ile Boleng Ditangkap Satresnarkoba Polres Flores Timur
Polisi Bongkar Modus Pria Asal Ile Mandiri Selundupkan Sabu saat Turun dari Kapal Pelni di Pelabuhan Larantuka
Pemda Flores Timur Gandeng LPK Sekai Hikari, Siapkan Pemuda Magang ke Jepang
Pemkab Flotim Pastikan Tak Ada Kelangkaan Minyak Tanah, Soroti Permainan Oknum di Pangkalan
Tak Lagi Hanya Pulau Jawa, Anak Muda Flores Timur Kini Dilirik untuk Kerja ke Jepang