REPORTASENTT.COM, LEMBATA- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan, khususnya di sekitar Teluk Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.
Imbauan ini menyusul laporan kemunculan buaya liar dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat, terutama yang mencari hasil laut atau beraktivitas di pesisir dan muara, agar berhati-hati dan selalu waspada. Jangan masuk ke wilayah air yang dalam atau sepi, terutama pada sore hingga malam hari,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga: Polda Kalsel Selidiki Kebakaran Gedung Rektorat ULM, Libatkan Tim Labfor Polri
Henry menyebut waktu sore hingga malam merupakan jam aktif buaya berburu, sehingga risiko serangan terhadap manusia cukup tinggi.
Jangan Bertindak Sendiri
Polda NTT juga meminta masyarakat untuk tidak nekat menangani buaya liar secara mandiri.
Jika melihat buaya atau tanda-tanda keberadaannya, warga diminta segera melapor ke aparat.
Baca Juga: Flotim Bermusik di Air Panas Mokantarak Hadirkan Harmoni Alam, Budaya, dan Anak Muda
“Segera laporkan kepada pihak berwenang seperti Polsek, aparat desa, atau BPBD. Jangan coba-coba menangani sendiri karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar, Polda NTT bersama instansi terkait akan mengambil sejumlah langkah, antara lain:
• Pemasangan tanda peringatan di lokasi rawan konflik buaya.
Baca Juga: Niat Jalan- jalan di Labuan Bajo, Malah Jadi Korban: Kenalan Medsos Berujung Laporan Polisi
• Sosialisasi keselamatan perairan ke masyarakat pesisir.
Artikel Terkait
Honorer Non- Database BKN (R4) Berpeluang Jadi PPPK Paruh Waktu, Tapi Memicu Kontroversi
Bupati Flotim Tanggapi Pandangan Fraksi soal Distribusi Pajak Daerah
4 Terdakwa Kasus Pembunuhan di Sikka Divonis, Satu Dihukum 15 Tahun Penjara
Polisi Mediasi Kasus WhatsApp Tak Pantas di Sikka, Warga Selesaikan secara Damai
Polda Kalsel Selidiki Kebakaran Gedung Rektorat ULM, Libatkan Tim Labfor Polri