Kosmas mengingatkan tanpa langkah konkrit dan keberanian mengambil tindakan tegas, tragedi serupa berpotensi terulang dan justru merusak citra pariwisata Indonesia di tingkat global.
“Keselamatan wisatawan harus ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dari ambisi pariwisata,” kata Kosmas.
Dirinya juga menambahkan, tragedi KM Putri Sakinah harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kebijakan.
Baca Juga: Sejarah Natal 25 Desember: Dari Tradisi Gereja Awal hingga Perayaan Global di Vatikan
Menurutnya, keselamatan manusia tidak boleh dikorbankan atas nama promosi dan ambisi pariwisata.
“Jika tata kelola wisata tidak segera dibenahi, Labuan Bajo justru berisiko menjadi simbol kegagalan negara dalam menjamin keselamatan wisatawan,” kata Kosmas.
Bagi dia, tragedi ini menempatkan pemerintah pada satu tuntutan mendesak, yakni menata ulang aturan main pariwisata secara serius, menyeluruh, dan berpihak pada keselamatan manusia.
Baca Juga: Opini: Merenungkan Natal dalam Perspektif Sejarah dan Agama
Tanpa langkah nyata, slogan pariwisata kelas dunia hanya akan menjadi jargon kosong yang dibayar dengan nyawa manusia.
Artikel Terkait
Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Padar, 4 WNA Spanyol Masih Dicari Tim SAR
Totalitas Ronal Sambi, Air Mata Mengalir Usai Cetak Gol untuk Persebata
Pelatih Valencia CF Femenino B Hilang di Labuan Bajo, Real Madrid Sampaikan Belasungkawa
Rumah Jabatan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Larantuka Diteror OTK, Kaca Pecah Akibat Lemparan
Tangis Pecah Istri Pelatih Valencia CF Saat Salah Satu Jenazah Dievakuasi di Labuan Bajo