REPORTASENTT.COM, LEWOLEBA- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) meresmikan Kantor Terminal Point Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (10/3). Peresmian ini dihadiri oleh jajaran PELNI dan pejabat daerah setempat.
Direktur SDM dan Umum PELNI, Heri Purnomo, hadir langsung mendampingi peresmian bersama Vice President Umum PELNI Yustinus Donny Pratomo serta Kepala Cabang PELNI Larantuka, Yulianto.
Dari sisi pemerintah daerah, hadir Bupati Lewoleba P. Kanisius Tuaq, PJ Bupati periode 2022/2023 Drs. Marsianus Jawa, serta Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lembata, Yance Andrianus Talan.
Baca Juga: Wilayah Perbatasan Lewonara- Bele di Adonara Dijaga Ketat, Warga Diminta Tidak Terprovokasi Isu
Heri menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah yang menyediakan lahan seluas 754 meter persegi pada 2023 untuk pembangunan kantor ini.
Ia berharap kantor terminal point tersebut dapat mempermudah akses transportasi laut, mendukung distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi antar pulau.
Kepala Cabang PELNI Larantuka, Yulianto, menyebut kantor baru ini akan memperlancar koordinasi operasional dan pelayanan langsung bagi masyarakat.
Baca Juga: Dua Kasus Narkotika di Sikka Inkracht, Polisi Musnahkan Barang Bukti Sabu
"Kami siap memberikan layanan lebih cepat, aman, dan responsif," katanya.
PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan, 30 kapal perintis untuk 229 pelabuhan, 18 kapal rede, serta 8 trayek tol laut dan 1 trayek kapal ternak.
Kantor Terminal Point Lewoleba diharapkan memperkuat konektivitas laut di NTT dan kawasan timur Indonesia.
Artikel Terkait
Peredaran Sabu Masuk Ende Lewat Paket Ekspedisi, Polisi Tangkap Dua Tersangka
Teror di Balik Rumah Sepi: Polres Ende Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak di Paupire
Komplotan Pembobol Sekolah di Ende Dibekuk, Belasan Chromebook Raib, Dua Pelaku Masih Anak di Bawah Umur
Dua Kasus Narkotika di Sikka Inkracht, Polisi Musnahkan Barang Bukti Sabu
Wilayah Perbatasan Lewonara- Bele di Adonara Dijaga Ketat, Warga Diminta Tidak Terprovokasi Isu