Awali Pekan Suci Menjelang Paskah, Umat Katolik di Karawutung  Flotim Rayakan Misa Minggu Palma  

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 25 Maret 2024 | 12:09 WIB
Pastor paroki Herman Yosep Belogili RD. David Doni, saat memimpin misa Minggu Plma. (Foto Oncu Labina/ Reportase NTT)
Pastor paroki Herman Yosep Belogili RD. David Doni, saat memimpin misa Minggu Plma. (Foto Oncu Labina/ Reportase NTT)
 
 
REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Umat Katolik di Stasi Santo Petrus dan Paulus Karawutung Paroki Herman Yosep Belogili, Keuskupan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, merayakan salah satu hari penting dalam rangkaian Paskah, Minggu (24/3/2024).
 
Mereka mengikuti misa Minggu Palma yang mengawali pekan suci menjelang Paskah. Misa Minggu Palma ini adalah peringatan Yesus Kristus memasuki Yerusalem sebelum akhirnya menjalani sengsara dan wafat di kayu salib.

Rangkaian sakral misa Minggu Palma ini terasa di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Karawutung, Tanjung Bunga.
 
 
Dalam misa Minggu Palma itu, umat membawa daun-daun palem (palma) untuk diberkati oleh pastor.
 
Daun palma itu dilambai-lambaikan sembari berarak memasuki gereja. Persis seperti warga Yerusalem menyambut kedatangan Yesus Kristus sekitar dua milenium silam.
 
Misa Minggu Palma tersebut dipimpin oleh Pastor paroki Herman Yosep Belogili RD. David Doni.
 
 
RD. David mengajak umat mengenang momen penting dalam sejarah Kristiani. Yakni, kedatangan Yesus ke Yerusalem untuk menderita dan wafat di kayu salib.

Dalam khotbahnya, Romo David menyoroti makna kasih dan pengorbanan Kristus. Hingga akhirnya menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. 
 
Tradisi Minggu Palma di kalangan umat Katolik memang menghadirkan kekhasan tersendiri. Salah satu ciri khas kuat adalah daun-daun palma yang dibawa dan dilambaikan oleh umat dalam arak-arakan.
 
 
Daun palma bukan hanya menjadi peringatan momen bersejarah tersebut. Tetapi juga menjadi ungkapan doa bagi perdamaian dan keselamatan bagi dunia yang dilanda berbagai konflik dan penderitaan.

Dalam tradisi Kristiani, perayaan Paskah memang menjadi inti keimanan mereka. Perayaan Paskah adalah pengakuan iman bahwa umat Kristen percaya Yesus wafat dan bangkit untuk menebus dosa manusia.
 
Di dalam Gereja Katolik, rangkaian perayaan Paskah itu sudah diawali sejak Hari Rabu Abu. Yakni, hari awal mereka berpuasa dan berpantang selama 40 hari menjelang Paskah.
 
 
 
Penulis: Oncu Labina

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X