news

Dari Kebun Gizi sampai Perbaikan Rumah, Cara BNI Lawan Stunting di NTT dan Banten

Senin, 1 September 2025 | 22:27 WIB
Foto Ilustrasi.




 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meluncurkan program intervensi gizi dan kesehatan di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Provinsi Banten.
 
 
Langkah ini menjadi aksi nyata mendukung percepatan penurunan stunting sejalan dengan agenda nasional dan target Sustainable Development Goals (SDGs).


Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan penanganan stunting merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan unggul.
 
 
 
 
 Baca Juga: Salah Paham! Mantan Pemain Timnas Kena Semprot Netizen Gara- gara Nama Mirip Ahmad Sahroni


"Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin kedua, yaitu Zero Hunger," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Senin (xx/9).
 
 


Di Kabupaten Nagekeo, NTT, BNI fokus pada tiga intervensi utama.
 
 
Program tersebut mencakup penguatan kapasitas kader Dapur Sehat (DASHAT), pemberian makanan tambahan bagi 50 anak stunting dan 25 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) selama 90 hari, serta pembentukan Kebun Gizi dengan berbagai tanaman sayuran.
 
Baca Juga: Tips Memulai Usaha dengan Risiko Minim, Cocok untuk Pemula

Kegiatan dipusatkan di Kecamatan Mauponggo, khususnya di Desa Jawapogo dan Desa Mauponggo, yang menjadi wilayah prioritas penanganan stunting oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo pada 2024–2025.
 
 
Sementara di Banten, BNI menjalankan program yang lebih luas, mulai dari penyediaan bahan makanan bergizi untuk 200 penerima manfaat selama enam bulan, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga pembangunan fasilitas jamban.
 
 
Program ini dilakukan berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
 
 
 
Baca Juga: Produk Makanan Ringan RI Tembus Pasar Afrika, Ekspor Perdana ke Pantai Gading
 
 


Okki menambahkan, dukungan BNI diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting melalui intervensi langsung, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.
 
 
“Dengan langkah ini, BNI berharap dapat turut mempercepat terwujudnya Indonesia bebas stunting di masa depan.  Kolaborasi seperti ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas generasi penerus,” tuturnya.

Melalui program ini, BNI menegaskan komitmennya dalam memperbaiki gizi anak Indonesia sekaligus mendukung lahirnya generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.


Tags

Terkini