news

Ini Alasan Rumah Ketua RT di Kupang Dilempari, Polisi Turun Tangan

Senin, 15 September 2025 | 18:20 WIB
Ilustrasi.




REPORTASENTT.COM, KUPANG- Rumah Ketua RT 12 di Kelurahan Fatufeto, Kota Kupang, dilempari orang tak dikenal.
 
Aksi ini dipicu kericuhan usai pesta syukuran pernikahan yang digelar tanpa izin.

Peristiwa itu mencuat pada Senin (15/9/2025).
 
 
 
 Baca Juga: Rasionalisasi Tunjangan DPRD NTT Bisa Hemat Rp 25 Miliar APBD per Tahun
 
 
Sekitar pukul 08.30 Wita, Bhabinkamtibmas Fatufeto, Aiptu Boby Andrian, bertemu Lurah Fatufeto dan Ketua RT 12 di Polsek Alak.
 
 
Mereka membahas situasi pasca keributan tersebut.

Pesta balas gereja itu digelar tanpa sepengetahuan RT, RW, maupun kelurahan.
 
 
 Baca Juga: Ada Kucing di Balik Sikap Eko Patrio Membela Penjarah Rumahnya
 
 
 
Acara berlangsung hingga larut malam dan menimbulkan keresahan warga.
 
 


Keributan memuncak saat rumah tuan pesta dan rumah Ketua RT 12 dilempari orang tak dikenal.
 
 
 
Situasi keamanan sempat tak terkendali.
 
 
 
 
 Baca Juga: Propam Polda NTT Kawal Integritas, Ingatkan Polisi Manggarai Jaga Marwah Institusi
 
 


Kapolsek Alak AKP Albertus Mabel turun tangan.
 
 
 
 
Pemilik pesta langsung diamankan, diberi teguran keras, serta dijatuhi sanksi sosial sesuai aturan lokal.
 
 
 
 
Ia juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.
 
 
 
 Baca Juga: Polda NTT Bentuk Tim Investigasi, Usut Dugaan Kekerasan Polisi di Rote Ndao


“Ini langkah awal agar warga sadar, keamanan lingkungan bukan tanggung jawab polisi semata, tapi kita semua,” kata Aiptu Boby.
 


Kasus ini juga dikawal oleh Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) kelurahan bersama lurah dan Bhabinkamtibmas.
 


Boby menegaskan warga wajib melapor sebelum menggelar hajatan besar.
 
 
 
 Baca Juga: Warung Nabas Kawan Baru Dibobol Bertahun-tahun, Polisi Bekuk Pelaku di Kupang  
 
 
 
“Kalau ada acara yang mengumpulkan orang banyak, laporkan ke RT, RW, dan Bhabinkamtibmas supaya keributan bisa dicegah,” jelasnya.

Ia mengimbau warga mematuhi kesepakatan bersama.
 
 
“Hanya dengan begitu, Fatufeto bisa jadi lingkungan yang aman dan nyaman,” pungkasnya.


Tags

Terkini