REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur menggelar rapat koordinasi ketahanan pangan di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Senin (15/09/2025).
Pertemuan ini membahas penyelarasan program ketahanan pangan, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta rencana pembangunan 30 dapur sehat di seluruh Flores Timur, minimal satu dapur di setiap kecamatan.
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menegaskan bahwa program penyediaan makanan bergizi setiap hari harus dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta dukungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Tujuan utama kita adalah berbagi tugas. Nanti ada tim BDS bersama tim ahli yang akan membantu perhitungan. Jika ada kekurangan, pemerintah daerah akan menyesuaikan dengan dana yang tersedia sehingga ekonomi bertumbuh, pendapatan asli desa meningkat, dan pada akhirnya PAD daerah juga ikut naik,” ujar Anton.
Pendataan Pertanian Jadi Prioritas
Dalam rapat tersebut, Bupati Anton juga menekankan pentingnya pendataan yang lebih tertib di sektor pertanian.
Data yang dikumpulkan mencakup jumlah kelompok tani, jenis usaha, luas lahan, hingga produktivitas tanaman pangan seperti padi dan jagung.
“Kita mau supaya urusan data ini jelas, agar daerah bisa mengelola dengan angka yang benar. Dengan begitu, pertumbuhan yang kita capai sesuai realita, bukan data yang direkayasa,” tegasnya.
Selain sektor pertanian, pendataan juga akan melibatkan bidang kesehatan, pendidikan, hingga ketenagakerjaan.
Targetnya, dalam satu minggu data pertanian di seluruh desa sudah terkumpul.
Pemanfaatan Lahan Kosong dan Pengembangan Peternakan
Anton juga mendorong pemanfaatan lahan kosong di wilayah Flores Timur.
Ia mencontohkan, di Lamatutu akan dibuka lahan seluas 200 hektar untuk pemeliharaan seribu ekor sapi, sekaligus pengembangan lahan jagung puluhan hektar.
“Kita harus saling berkomunikasi. Kalau ada lahan kosong, bisa kita diskusikan bersama untuk usaha pertanian atau peternakan. Kecamatan Tanjung Bunga ini memiliki kekayaan tanah yang bisa dimanfaatkan untuk lompatan jauh sektor ekonomi,” kata Anton.
Dengan langkah tersebut, Doni Dihen berharap ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.