REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Claudia (11), bocah bersama orang tuanya yang berdomisili di Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama, Adonara, kini tengah menjalani proses pemulihan setelah menjadi korban kekerasan.
Luka yang membekas tidak ia hadapi seorang diri.
Sebuah yayasan lokal hadir memberikan pendampingan penuh, memastikan Claudia mendapat perlindungan, rasa aman, serta kesempatan untuk pulih.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak di Adonara, Dinsos Dampingi Korban dengan Rehabilitasi Psikososial
Yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih Flores Timur menegaskan komitmennya untuk mendampingi Claudia, baik dalam proses hukum maupun pemulihan psikologis.
"Pendampingan ini kami lakukan sesuai visi-misi kemanusiaan, khususnya melindungi hak dan keselamatan korban, terlebih anak-anak dan perempuan," ujar Ketua Yayasan Permata Bunda Berbelas Kasih, Noben da Silva, Kamis (25/9/2025).
Fokus Perlindungan Anak
Selama ini, Permata Bunda aktif bergerak dalam advokasi hukum, edukasi masyarakat, serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga lain untuk penanganan kasus secara menyeluruh.
Baca Juga: Kasus TPKS di Adonara Ungkap Maraknya Kekerasan Seksual di NTT
Noben menegaskan bahwa pendekatan mereka tidak hanya menitikberatkan pada aspek hukum, tetapi juga pemulihan psikologis korban.
"Kami berharap pendampingan ini tidak hanya menyentuh Claudia, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap perlindungan anak," imbuhnya.
Hadir di Samping Korban
Sementara itu, pemerhati perempuan dan anak dari Permata Lembata, Adriana Banguhari, turut mendampingi Claudia, termasuk saat olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Waiwuring pada Kamis siang.
Baca Juga: Korupsi Pembangunan Dermaga Wisata Gua Rangko di Manggarai Barat, Polisi Blokir Aset Tersangka
"Keberadaan kami penting untuk memberikan rasa aman, karena anak seusia Claudia sangat rentan mengalami trauma," kata Adriana.