Bagi Angelius, nilai keteladanan Bunda Maria menjadi refleksi penting dalam kehidupan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
“Bunda Maria mengajarkan kita untuk menyimpan banyak hal dalam hati, tetap setia, dan berjalan bersama dalam setiap perjalanan kehidupan,” tuturnya.
Ia menilai tradisi Semana Santa di Larantuka memiliki kekuatan budaya yang sangat khas, karena telah hidup ratusan tahun dan menyatu dengan kehidupan masyarakat.
“Hampir setiap kampung di Larantuka memiliki kapel. Itu bukan sekadar bangunan, tapi pusat spiritual, tempat orang berdoa dan mengambil keputusan penting dalam hidup,” katanya.
Menurutnya, keterpaduan antara iman dan budaya lokal menjadi kekuatan utama yang membuat Larantuka tetap menjadi tujuan ziarah yang bermakna bagi banyak orang.
“Di tempat lain mungkin budaya dan iman berjalan sendiri-sendiri. Di Larantuka, semuanya menyatu dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Ini Ketentuan Wajib bagi Peziarah dan Media saat Pekan Suci di Larantuka
Pengalaman mengikuti Semana Santa kembali menguatkan keyakinannya bahwa tradisi ini bukan hanya warisan, tetapi juga sumber energi spiritual bagi para peziarah.