Kembali Menemukan Jati Diri: Ziarah Rohani Angelius Wake Kako di Kota Larantuka

Photo Author
Redaksi, Reportase NTT
- Rabu, 1 April 2026 | 12:20 WIB
Angelius Wake Kako bersama keluarga mengikuti prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, dalam suasana khusyuk yang sarat makna spiritual dan tradisi keagamaan. (Foto Tim)
Angelius Wake Kako bersama keluarga mengikuti prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, dalam suasana khusyuk yang sarat makna spiritual dan tradisi keagamaan. (Foto Tim)

Bagi Angelius, nilai keteladanan Bunda Maria menjadi refleksi penting dalam kehidupan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

“Bunda Maria mengajarkan kita untuk menyimpan banyak hal dalam hati, tetap setia, dan berjalan bersama dalam setiap perjalanan kehidupan,” tuturnya.

Ia menilai tradisi Semana Santa di Larantuka memiliki kekuatan budaya yang sangat khas, karena telah hidup ratusan tahun dan menyatu dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Jelang Pelantikan Kepala SMA/SMK di NTT Besok, Status Akun Berubah Misterius, Dugaan Penunjukan Tertutup Menguat

“Hampir setiap kampung di Larantuka memiliki kapel. Itu bukan sekadar bangunan, tapi pusat spiritual, tempat orang berdoa dan mengambil keputusan penting dalam hidup,” katanya.

Menurutnya, keterpaduan antara iman dan budaya lokal menjadi kekuatan utama yang membuat Larantuka tetap menjadi tujuan ziarah yang bermakna bagi banyak orang.

“Di tempat lain mungkin budaya dan iman berjalan sendiri-sendiri. Di Larantuka, semuanya menyatu dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Ini Ketentuan Wajib bagi Peziarah dan Media saat Pekan Suci di Larantuka

Pengalaman mengikuti Semana Santa kembali menguatkan keyakinannya bahwa tradisi ini bukan hanya warisan, tetapi juga sumber energi spiritual bagi para peziarah.

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X