Refleksi: Syukur dan Ikhlas
“Allah Maha Baik,” tulis Hartini dalam catatannya. Kalimat itu bukan sekadar ungkapan, melainkan mantra yang menguatkan hatinya di setiap perjalanan. Ia memahami bahwa hidup adalah kombinasi antara menerima takdir dengan lapang dada dan berjuang untuk yang terbaik.
Baca Juga: Investigasi Tragedi Boeing 737-800 Jeju Air: Keselamatan Penerbangan Global di Ujung Tanduk
Kini, setelah bertahun-tahun mengabdikan diri, Hartini berada di titik di mana ia tak lagi mempertanyakan segala yang telah terjadi.
Baginya, bersyukur dan ikhlas menerima segala ketentuan adalah cara terbaik untuk tetap melangkah maju.
Sebuah Harapan
Hartini Harun adalah simbol keteguhan hati dan pengabdian tanpa pamrih. Kisahnya mengingatkan kita bahwa meskipun hidup sering kali menawarkan jalan yang sulit, keyakinan kepada Yang Maha Kuasa dapat menjadi sumber kekuatan terbesar.
Baca Juga: PPG Guru 2024: Kemendikdasmen Luluskan 98,59 Persen Peserta, Apa Rahasia Dibaliknya?
Melalui segala tugas yang telah dilalui, ia berharap dapat terus menemukan jati diri dan mewujudkan versi terbaik dari dirinya.
“Jika DLH yang cantik itu mampu memberi diri sebagai batu loncatan baik buatku, maka tolong pertemukan aku dengan jati diriku,” pungkasnya.