REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Di tengah hiruk- pikuk kota panas terik matahari kala itu, sosok Hartini Harun menjadi pemandangan yang tak biasa.
Mengenakan seragam keki yang sederhana namun rapi, sepatu hak tinggi yang memantulkan cahaya mentari, dan tangan yang tak segan menggenggam sapu, Hartini adalah epitome dedikasi.
Dari tahun 2014 hingga 2022, perjalanan hidupnya penuh liku, mengurus gaji petugas lapangan, naik motor gerobak untuk menyisir sampah kota, hingga beraksi di atas truk kuning dan merah.
Baca Juga: Terobosan 2025: Rahasia Mendikdasmen untuk Guru Sejahtera dan Pembelajaran Revolusioner
Namun, di balik tugas- tugas itu, Hartini menyimpan renungan mendalam tentang jalan hidup yang dipilihnya. “Ah, Tuhan, hingga pada batasnya Engkau beriku hadiah 2 tahun kurang 5 hari,” tulisnya dalam sebuah catatan yang dipenuhi kejujuran.
Menemukan Keindahan dalam Pengabdian
Hartini mengaku, pekerjaan di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), meskipun berat, memberinya kesempatan untuk mengenal jati dirinya.
Baca Juga: Akhir Pelarian Seorang Ojek Online, Ditangkap di Alor Karena Terlibat Kasus Ini!
“Apakah saya salah pilih jurusan? Atau aku masih Engkau godok untuk memperkuat lagi mentalku?” tulisnya.
Keraguan ini sering kali menyelinap, terutama saat ia harus menghadapi kenyataan pahit dan manisnya kehidupan di lapangan.
Meski begitu, ia tetap melihat pekerjaannya sebagai anugerah. Bagi Hartini, DLH bukan hanya tempat bekerja, melainkan juga "batu loncatan" yang membantunya menjadi pribadi yang lebih tangguh.
Baca Juga: Catatan Akhir Tahun 2024: 469 Aduan, Polri Jadi Sorotan Komisi III
Ia percaya bahwa setiap langkah dan keputusan yang diambilnya adalah bagian dari rencana Allah, Sang Maha Pemberi.
Artikel Terkait
Sebanyak 495 Aduan Masyarakat Masuk ke Komisi II: Apa Saja Laporan Terbesarnya?
Catatan Akhir Tahun 2024: 469 Aduan, Polri Jadi Sorotan Komisi III
36 Personel Polres Ende Naik Pangkat, Kapolres Joni: Tingkatkan Profesionalisme
Akhir Pelarian Seorang Ojek Online, Ditangkap di Alor Karena Terlibat Kasus Ini!
Terobosan 2025: Rahasia Mendikdasmen untuk Guru Sejahtera dan Pembelajaran Revolusioner