REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Komisi Disiplin (Komdis) Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Flores Timur resmi menjatuhkan sanksi berat kepada klub Agotugu FC dan empat pemainnya setelah dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin serius dalam laga babak delapan besar Liga 1 Askab PSSI Flores Timur 2025.
Ketua Komdis Askab PSSI Flores Timur, Yoseph Pelipi Daton, SH, menjelaskan bahwa keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor KEP/05/KOMDIS/ASKAB-FLORES TIMUR/X/2025 yang ditandatangani di Larantuka pada 18 Oktober 2025.
Menurut Ipi Daton, keputusan ini merupakan hasil sidang Komdis yang menindaklanjuti laporan resmi perangkat pertandingan dan panitia pelaksana terkait insiden yang terjadi dalam laga Amposh FC vs Agotugu FC di Stadion Apebuan, Adonara, pada Kamis (16/10/2025).
“Keputusan telah dikeluarkan dan didistribusikan ke masing-masing pihak sesuai prosedur resmi,” ujar Yoseph Pelipi Daton saat dikonfirmasi, Minggu (19/10/2025).
Ketua Komdis Askab PSSI Flores Timur, Yoseph Pelipi Daton, SH.
Sanksi Berat untuk Klub dan Pemain
Dalam keputusan tersebut, empat pemain Agotugu FC, Farhan Hambali Ola Boli, Yulius Kopong Tupen, Leonardus Riwu, dan Herman Januarius Ago, dinyatakan bersalah karena melakukan tindakan kekerasan dan pelanggaran terhadap Kode Disiplin PSSI 2025 serta peraturan pertandingan Liga 1 Askab PSSI Flores Timur 2025.
Atas pelanggaran itu, Agotugu FC dijatuhi sanksi diskualifikasi dari Liga 1 Askab Flores Timur 2025 serta pencabutan keanggotaan klub dari Askab PSSI Flores Timur selama lima tahun.
Selain itu, klub juga dilarang mengikuti seluruh kompetisi atau turnamen di bawah rekomendasi Askab PSSI Flores Timur selama periode sanksi berlangsung.
“Agotugu FC adalah klub besar yang punya nama di Flores Timur, bahkan dijagokan masuk final. Kami menyesalkan kejadian ini, tetapi keputusan diambil berdasarkan regulasi, bukan arogansi,” ujar Ipi Daton.
Ia menambahkan bahwa sepak bola harus menjadi ajang hiburan, bukan pertikaian, dan berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh klub agar lebih menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Tanggapan Klub: Belum Terima SK Resmi
Sementara itu, pelatih Agotugu FC, Mas Bony, mengaku pihaknya hingga kini belum menerima surat keputusan resmi dari Askab PSSI Flores Timur terkait sanksi tersebut.
“Belum dapat, Kak. Kami hanya melihat yang sedang viral di media sosial,” ujar Mas Bony saat dikonfirmasi, Minggu (19/10/2025).
Menurutnya, manajemen klub hanya mengetahui informasi mengenai sanksi melalui pemberitaan media dan unggahan di media sosial tanpa menerima dokumen resmi.
Mas Boni, pelatih Agotugu FC bersana salah satu pemain.
“Kami kecewa, tapi kami terima. Semoga ini menjadi langkah awal penegakan keadilan sepak bola Flores Timur. Perlu evaluasi dari semua pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang. Ini menjadi pelajaran bagi tim dan suporter,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Yoseph Pelipi Daton menegaskan bahwa mekanisme penyampaian surat keputusan telah dilakukan sesuai prosedur.
Ia memastikan seluruh surat keputusan dengan nomor KEP/06 hingga KEP/09/KOMDIS/ASKAB-FLORES TIMUR/X/2025 untuk empat pemain Agotugu FC sudah didistribusikan kepada pihak terkait.
PS Bon Kota Juga Kena Sanksi
Selain Agotugu FC, Komdis juga menjatuhkan sanksi kepada PS Bon Kota melalui surat keputusan bernomor KEP/04/KOMDIS/ASKAB-FLORES TIMUR/X/2025 yang diterbitkan pada 13 Oktober 2025.
Dalam keputusan tersebut, Komdis menyatakan suporter PS Bon Kota terbukti mengganggu keamanan dan ketertiban pertandingan saat menghadapi Amposh FC di Stadion Apebuan, Jumat (10/10/2025).
“Hasil sidang Komdis akan dipublikasikan secara resmi agar seluruh klub dan masyarakat mendapatkan kejelasan hukum serta memastikan tidak ada diskriminasi dalam penerapan sanksi,” kata Yoseph.
Ia menegaskan bahwa aturan disiplin berlaku sama untuk semua klub tanpa keberpihakan.
“Sepak bola adalah hiburan, bukan peperangan. Mari kita jaga bersama agar kompetisi tetap sehat dan bermartabat,” tutupnya.
Artikel Terkait
Gerakan Pangan Murah Dorong Stabilitas Harga di Flores Timur
Polisi Keliling Kota Larantuka di Tengah Malam, Ini yang Mereka Temukan
Kejari Sikka Bongkar Skandal Kredit Fiktif di BRI Maumere, Tiga Orang Masih Buron!
Sembunyi 19 Hari, Pelaku Penikaman di Kelapa Lima Akhirnya Dibekuk Jatanras
Komdis PSSI Flores Timur Jatuhkan Sanksi Berat ke Empat Pemain Agotugu FC, Ada Pemin Dilarang Seumur Hidup