REPORTASENTT.COM, ENDE- Turnamen sepak bola antarkabupaten paling bergengsi di Nusa Tenggara Timur (NTT), El Tari Memorial Cup (ETMC), akan kembali digelar pada 9 November 2025 di Kabupaten Ende.
Ajang yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola NTT ini rencananya dipusatkan di Stadion Marilonga, yang akan menjadi lokasi utama pertandingan praregulasi dan pembukaan resmi.
Pemerintah Kabupaten Ende bersama Asprov PSSI NTT memastikan kesiapan sarana, keamanan, serta fasilitas pendukung bagi para peserta.
Baca Juga: Lima Tersangka Korupsi Jalan Golo Welu–Orong Diserahkan ke Jaksa, Rp1,83 Miliar Dikembalikan ke Negara
Salah satu tim yang telah menyatakan kesiapan penuh adalah Persekota Koepang, yang kini tengah menjalani pemusatan latihan menghadapi kompetisi tersebut.
Kepolisian setempat juga telah menyiapkan pengamanan menyeluruh mengingat besarnya skala penyelenggaraan turnamen ini.
Sejarah Panjang Turnamen El Tari Memorial Cup
Turnamen ini pertama kali dikenal dengan nama El Tari Cup.
Baca Juga: Semarak HUT ke-14 Partai NasDem, Feris Koten Ajak Warga Flores Timur Melek Politik
Ide pembentukannya dicetuskan oleh Gubernur NTT saat itu, Elias Tari, yang dikenal luas dengan panggilan El Tari.
Tujuannya sederhana namun bermakna besar, menjadikan sepak bola sebagai sarana pemersatu masyarakat NTT yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan daerah.
Menurut catatan Asprov PSSI NTT, turnamen ini mulai diselenggarakan secara resmi sekitar tahun 1969, dengan Perseftim Flores Timur sebagai juara perdana.
Baca Juga: Resmi Jadi Tersangka, Dokter Tifa Tegaskan Tak Akan Mundur Soal Ijazah Jokowi
Namun, ada pula klaim bahwa kompetisi sudah berlangsung sejak 1968, berdasarkan penuturan keluarga para pemain Perseftim saat itu.
Perbedaan ini menjadi salah satu perdebatan menarik dalam catatan sejarah sepak bola NTT.
Setelah El Tari wafat pada 1978, nama turnamen diubah menjadi El Tari Memorial Cup pada tahun berikutnya, yakni 1979, sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang telah berjasa besar dalam pembangunan olahraga di NTT.
Baca Juga: Danrem 161/Wira Sakti Bicara Soal Kasus Ayah Prada Lucky Namo: Proses Hukum Harus Dihormati
Artikel Terkait
Polda NTT Menyisir SPBU: Mencari Jejak Kecurangan di Balik Nozzle BBM Bersubsidi
Resmi Jadi Tersangka, Dokter Tifa Tegaskan Tak Akan Mundur Soal Ijazah Jokowi
Kasus Prada Lucky dan Suara Keadilan dari Filipina, Romo Kopong Kritik Sikap Danrem 161 Wirasakti Kupang
Semarak HUT ke-14 Partai NasDem, Feris Koten Ajak Warga Flores Timur Melek Politik
Lima Tersangka Korupsi Jalan Golo Welu–Orong Diserahkan ke Jaksa, Rp1,83 Miliar Dikembalikan ke Negara