pariwisata

Disparbud Flotim Gelar Workshop Guru Seni Menuju Festival Teater Pelajar 2025

Kamis, 12 Juni 2025 | 09:39 WIB
Silvester Kabelen, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur. (Foto/ Reportase NTT)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar workshop bagi guru seni sebagai bagian dari persiapan menjelang Festival Seni Pertunjukan (Teater) Pelajar tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat- Sabtu, 13–14 Juni 2025, di Patris Corde, Rumah Susun UNIO Keuskupan Larantuka.

Tak tanggung-tanggung, workshop ini menghadirkan Joned Suryatmoko, doktor teater dan pertunjukan lulusan Universitas New York, Amerika Serikat.

Baca Juga: Polisi Gerebek Sarang Judi di Pasar Oebobo- Kupang! Warga Kabur, Ayam Aduan Jadi Saksi

Joned dikenal luas di kalangan seni pertunjukan nasional maupun internasional, dan hadir untuk berbagi pengalaman serta menginspirasi para peserta yang terdiri dari 15 guru seni dari 15 sekolah di Flores Timur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, SE, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembekalan bagi para guru seni dalam membimbing siswa-siswi SMP dan SMA membaca persoalan remaja dan menerjemahkannya ke dalam karya teater.

“Karya seni pertunjukan dapat menjadi medium untuk membaca problematika dunia remaja kita saat ini. Melalui workshop ini, kualitas karya dari sekolah-sekolah diharapkan bisa lebih terarah, tematik, dan kontekstual,” ujar Silvester dalam keterangannya, Kamis (13/6/2025).

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Tuai Kontroversi, Ombudsman RI Gelar Diskusi Bahas Dugaan Maladministrasi

Menurutnya, karya-karya yang akan dipentaskan pada Festival Seni Pertunjukan Pelajar, yang dijadwalkan digelar pada awal Agustus 2025, perlu mencerminkan refleksi remaja terhadap diri dan realitas sosial di sekeliling mereka.

Pendekatan ini diharapkan mampu membangun sikap kritis, mental yang sehat, serta kreativitas yang terasah dalam diri generasi muda.

Workshop bertema “Remaja Membaca Dirinya” ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan praktik antara para guru.

Baca Juga: Tiba- tiba Dicek! Lambang Ini Wajib Ada di Seragam Polisi, Apa Maknanya?

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mendalami materi analisis sosial, melakukan pemetaan masalah, serta merancang naskah pertunjukan mulai dari premis, sinopsis, hingga kerangka adegan (treatment).

Sebagai puncak kegiatan, para guru akan mempersembahkan hasil workshop dalam bentuk pementasan terbatas.

Halaman:

Tags

Terkini