pariwisata

Sumba Barat Daya Bidik Status Destinasi Premium Dunia, Ini Ikon Baru yang Disebut Bisa Lampaui Bali dan Labuan Bajo

Jumat, 3 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Ini salah satu ikon wisata di Pulau Sumba- NTT. (Foto/ist.)



REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menandai peringatan Hari Pariwisata Dunia, Senin, 29 September 2025, dengan sebuah deklarasi besar, menjadi destinasi wisata premium dunia yang tangguh dan lestari.
 
 
 
 
Panggungnya adalah Desa Wisata Bahari Pero Konda, ikon baru yang digadang melampaui dominasi Bali dan Labuan Bajo.
 
 


Acara ini diinisiasi Program Pengabdian Alumni (PANA) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, bersama Pemerintah Desa Pero Konda dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
 
 
 
 
 Baca Juga: PLN Siagakan Pasokan Listrik Demi Lancarnya Pertemuan HAPUA ke-41 di Labuan Bajo
 
 
 
 
 
Hadir mewakili Menteri Pariwisata, Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Dwi Marhen Yono, yang juga Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf.
 
 
 
 
Sejumlah pejabat dari Kementerian Desa, Pegadaian, serta jajaran Forkopimda setempat ikut mendukung.
 


Komitmen yang digelar lewat forum ini bukan sekadar seremoni. Kesepakatan bersama memetakan pekerjaan rumah yang menumpuk: peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembenahan infrastruktur, perbaikan tata kelola, hingga penguatan promosi dan manajemen event.
 
 
 
 
 
 Baca Juga: Badan Gizi Nasional Janji Hapus UPF, tapi Surat Edaran Bilang Lain
 
 
 
 
"Pero Konda harus semakin dikenal. Jangan hanya NIHI Sumba yang mendunia," kata Kepala Divisi Alumni LPDP, Agam, menohok dominasi satu resort eksklusif yang selama ini jadi wajah pariwisata Sumba.
 
 
 


Program PANA LPDP tahun ini melibatkan 26 alumni yang akan mengabdi enam bulan di empat desa.
 
 
 
 
 
Misi mereka: membangun pariwisata berkelanjutan, yang bukan hanya menjual pemandangan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat lokal.
 
 
 
 
 
 Baca Juga: Gubernur NTT Ajak Gereja Bersinergi Majukan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
 
 
 


Dwi Marhen Yono menyebut kolaborasi ini sebagai energi baru bagi pentahelix pariwisata: desa wisata, pemerintah, swasta, komunitas, dan akademisi.
 
 
 
 
"Kuncinya inovasi. Wisatawan datang untuk kenyamanan dan kebahagiaan, itu yang harus dijaga," ujarnya.
 


Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Rangga Kaka, ikut menggarisbawahi bahwa pariwisata premium tak bisa lahir dari janji semata.
 
 
 
 
 Baca Juga: Dua Kampung di Alor Memanas, OTK Diduga Dalang Pembakaran Kios
 
 
 
 
 
"Pembangunan harus berkualitas, berkelanjutan, dan menguntungkan rakyat," katanya.



Tags

Terkini