REPORTASENTT.COM, ADONARA- Kampung adat di Lamahelan menyajikan pesona unik yang menarik minat wisatawan.
Kampung adat Lamahelan juga menawarkan kesempatan untuk menjelajahi warisan budaya yang terpelihara, dengan arsitektur tradisional, aktivitas budaya, dan kuliner khas yang mempesona.
Kampung adat merupakan tempat di mana tradisi dan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun masih dipelihara dengan baik.
Baca Juga: Kunjungi kantor Promedia Teknologi Indonesia, Pj Gubernur Sumsel Bahas Pentingnya Pembinaan Wartawan dan Perangi Media Abal-abal
Setiap kampung adat memiliki kekhasan adat istiadat yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat.
Setiap elemen arsitektur kampung adat memiliki makna dan filosofi yang kental dengan nilai-nilai budaya lokal.
Setiap kampung adat memiliki kekhasan adat istiadat yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat.
Setiap elemen arsitektur kampung adat memiliki makna dan filosofi yang kental dengan nilai-nilai budaya lokal.
Kampung Adat Lamahelan Pesona Tradisi yang Memukau Wisatawan
Kampung adat Lamahelan di desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur (Flotim), masuk dalam Desa Wisata yang sudah terverifikasi dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.
Pada tanggal 12 Mei 2024, sebanyak 19 orang wisatawan mancanegara yang berasal dari 4 negara seperti, Amerika, Australia, Inggris dan Kanada, mengunjungi kampung adat di desa Helanlangowuyo.
Para turis saat menjajaki kampung adat Lamahelan.
Ketua Pokdarwis Helanlangowuyo, Bernadus Boro Bura, kepada Reportase NTT, Rabu (22/5/2024) menyampaikan, tujuan dari pada perjalanan para wisatawan asing ini mereka ini masih tetap sama, yaitu kunjungan ke rumah tenun (tur tekstil).
Baca Juga: Sesudah Undur dari Tempat Pengungsian, Hometo Semakin Kondusid, Roda Ekonomi Mulai Berjalan
"Selain tur tekstil, mereka hadir atau datang ke kampung adat Lamahelan ini juga melihat perkampungan adat dan segala kebudayaan kita, lalu melihat situs-situs budaya kita yang kami tunjukkan di sana seperti gading- gading bersejarah, patung-patung adat dan sebagainya," kata Boro Bura.
Ia menambahkan, para turis asing (wisatawan) terpukau dengan keindahan alam, budaya serta kuliner pangan lokal yang tersaji selama kunjungan mereka di kampung adat itu.
"Pada dasarnya tamu memberikan kesan kepada kita bahwa Lamahelan ataukah wisata budaya kita memiliki tempat, atau destinasi yang luar biasa uniknya," kata Boro.
Para turis saat menjajaki kampung adat Lamahelan.
Ia juga menambahkan, para turis juga meminta agar masyarakat setempat tetap mempertahankan kultur budaya setempat serta tetap memeliharanya agar terlihat indah.
Kedatangan para turis asing ini juga disambut dengan tarian Hedung dan Nige sebagai tarian selamat datang, atau tarian penyambutan para tamu.