Dukung Indonesia Maju 2045, IKTL Flotim Hadir di Bimtek Pencegahan Kekerasan Kampus se-NTT

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 07:55 WIB
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, Kamis (28/8/2025), bertempat di Ruang Paulus gedung rektorat lantain 4 Universitas Katolik Widya Mandira. (Foto/ Tim)
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, Kamis (28/8/2025), bertempat di Ruang Paulus gedung rektorat lantain 4 Universitas Katolik Widya Mandira. (Foto/ Tim)



 
 
REPORTASENTT.COM, KUPANG-   Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Inspektorat Jenderal menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, Kamis (28/8), di Ruang Paulus, Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
 
 


Kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI itu mengusung tema “Bersatu Berdaulat Melawan Kekerasan, Kampus Berdampak, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Sebanyak 50 perguruan tinggi se-NTT turut hadir, termasuk Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL).
 
 


IKTL mengutus dua perwakilan, yakni dosen sekaligus admin Satgas PPKPT, Bernadus Bin Frans Resi, serta mahasiswa yang juga anggota Satgas, Melky Falenchyl.
 
 
 
 
 
Keduanya aktif dalam diskusi dan pelatihan yang menyoroti pentingnya pembentukan Satgas PPKPT, praktik baik pencegahan kekerasan, hingga penanganan psikologis pertama (Psychological First Aid) bagi korban kekerasan.
 
 
 


Sekretaris Inspektorat Jenderal yang diwakili Julians Andarsa, Kepala Bagian Pengolahan Laporan Pengawasan, menegaskan bahwa keberadaan Satgas merupakan langkah konkret menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan aman.
 
 
 


“Satgas harus hadir sebagai garda depan perlindungan sivitas akademika,” tegasnya.
 
 
 
 
 

Selain paparan dari tim Belmawa dan Satgas Universitas Nusa Cendana, Bimtek juga menghadirkan narasumber Yosephine Dian yang memberikan materi khusus mengenai Psychological First Aid bagi mahasiswa maupun tenaga pendidik yang menghadapi kasus kekerasan.
 
 
 


Melalui Bimtek ini, perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan kekerasan, membangun budaya akademik yang inklusif, serta menjunjung nilai keadilan.
 
 
 
Kehadiran IKTL dipandang mempertegas komitmen perguruan tinggi daerah dalam mendukung terwujudnya kampus berdampak positif bagi masyarakat, sejalan dengan visi Indonesia Maju 2045.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X