REPORTASENTT.COM, RUTENG- Di tengah riuh perhatian publik terhadap YBR (10) di Ngada, potret lain muncul dari Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Seorang siswa kelas 1 SD datang ke sekolah dengan sepatu rusak dan pakaian kusut, namun tetap menyunggingkan senyum.
Anak itu adalah Marselinus Beke, siswa kelas 1 di SD Inpres Golo Lambo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai.
Dalam video yang beredar di media sosial, sepatu yang dikenakannya tampak tak layak pakai. Seragamnya terlihat lusuh, jauh dari kesan baru.
Video tersebut diunggah akun TikTok @PAS JASTIP|PASSTORE. Pemilik akun mengaku memperoleh rekaman itu dari Kepala SD Inpres Golo Lambo, Tomi Jemahan, saat berbincang santai membahas berbagai persoalan pendidikan di daerah, termasuk kasus YBR di Ngada.
Di dalam video, Marselinus tersenyum lebar ke arah kamera. Ia dikenal sebagai anak yang pintar di kelasnya.
Baca Juga: Anak di Bawah Umur Diduga Curi Mesin Mebel di Oebufu, Kasus Diselesaikan Secara Restoratif
Namun di balik senyum itu, tersimpan realitas getir tentang keterbatasan yang dihadapinya setiap hari.
“Kami berbincang banyak hal, lalu saya diperlihatkan kondisi Marselinus. Ini terjadi di depan mata kita,” demikian caption @Pas Jastip|Passtore dalam unggahannya pada, Senin (9/2/2026).
Tomi kemudian berinisiatif membelikan Marselinus sepatu dan kaus kaki baru.
Baca Juga: Motor Hilang Dua Kali, Rio Aztin Temukan Sendiri Usai Lacak Sinyal GPS
Saat menerima bantuan tersebut, bocah itu berulang kali mengucapkan terima kasih dengan wajah berbinar.
Menurut Tomi, saat pembagian makanan bergizi di sekolah, anak-anak seperti Marselinus tampak paling antusias. Mereka bahkan kerap mengecek potongan daging di wadah teman-temannya.
Artikel Terkait
Kontroversi Wakaf Al-Qur’an, Taqy Malik dan Randy Permana Bersilang Data Soal Harga Mushaf
Anak-anak Belajar di Bawah Tenda: Mengurai Fakta Robohnya SMPN 48 Sa Ate Gaikiu Kabupaten Sikka
Jaga Stabilitas Harga Menjelang Puasa, Polresta Kupang Kota Bersama Instansi Terkait Gelar Sidak
Anak di Bawah Umur Diduga Curi Mesin Mebel di Oebufu, Kasus Diselesaikan Secara Restoratif
Puluhan Warga Purworejo Keracunan Usai Kenduri Ruwahan, BGN Pastikan Bukan dari Program Makan Bergizi