Luncurkan Indeks Kerawanan Pilkada 2024, Bawaslu Flotim Ungkap Hal Ini yang Sering Terjadi Saat Pemilu!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Senin, 19 Agustus 2024 | 20:39 WIB
Erni Katana, Ketua Bawaslu Kabupaten Flores Timur. (Foto/ Dok.2018))
Erni Katana, Ketua Bawaslu Kabupaten Flores Timur. (Foto/ Dok.2018))
 
REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten FloresTimur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilu dan Pemilihan kepala daerah  Serentak 2024.
 
Peluncuran tersebut dilaksanakan di desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flotim, Senin (19/8/2024).
 
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Flotim, Erni Katana menyampaikan peluncuran tersebut penting bagi masyarakat di Kabupaten Flores Timur.
 
 
 
Bagi Bawaslu kata Erni,  perlu dukungan dari semu pihak untuk suksesnya Pemilihan Umum Kepala Daerah tahun ini.
 
Indeks Kerawanan Pilkada ini kata Erni juga berdasar kajian di lapangan, dan mendasar pada hasil evaluasi Pelaksanaan Pemilu Tahun 2024 kemarin.
 
Ada beberapa poin Indeks Kerawanan Pilkada yang telah dipetakan oleh Bawaslu Flores Timur, seperti: pemilih memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam DPT.
 
 
Selain itu juga terdapat pemilih tidak memenuhi syarat tetapi terdaftar di DPT.
 
"Pemilih potensial tetapi tidak memiliki e-KTP, pemilih ganda dalam daftar pemilih, adanya dokumen yang diduga palsu dalam proses pencalonan,  rekomendasi Bawaslu terkait ketidak netraan ASN, rekomendasi Bawaslu terkait ketidak netraan kepala desa," katanya.
 
Selain itu juga tambahnya, adanya himbauan untuk pemilih calon tertentu dari pemerintah lokal atau desa, Politi Uang (Money Politics) yang di lakukan peserta, surat suara yang tertukar, keterlambatan logistik pemungutan suara, rekomendasi Bawaslu yang tidak di tindak lanjuti KPU.
 
 
"Ini adalah indeks kerawanan yang harus dijaga dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta Bupati dan wakil bupati Flores Timur tahun 2024," kata Erni Katana.

Evaluasi ini juga harapnya, menjadi rekomendasi pemilihan, melihat secara detail, dan disempurnakan kembali pemahaman yang komprehensif, perkuat kerangka kerja sama antar semua pihak.
 
“Pada prinsipnya Bawaslu melakukan pengawasan di setiap tahapan, memastikan pelaksanaan Pilkada serentak ini sesuai dengan regulasi,” terang Erni.
 
 
Dari mitigasi yang telah dilakukan, Bawaslu Flores Timur melakukan beberapa upaya pencegahan, seperti melakukan sosialisasi dan pendidikan politik ke masyarakat, memberikan imbauan ke KPU atau Partai Politik, juga bekerjasama dengan stake holder yang ada.
 
"Peluncuran (launching) hari ini kami tidak bisa sendiri, kami butuh kekuatan semua lewotanah Flores Timur. Mari bergandengan tangan untuk pemilihan serentak ini, sesuai dengan undang- undang yang berlaku, dan memilih sesuai dengan hati nurani kita. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan hari ini kapan lagi, dan semoga leluhur lewotanah bersama kita melangkah untuk lewotanah Flores Timur yang maju," kata mantan Jurnalis ini.
 
 
Penulis: Elen Labina

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X