Muskomcab dan Mapenta Digelar, Pemuda Katolik Manggarai Timur Perkuat Peran Sosial dan Gereja

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Minggu, 19 April 2026 | 14:41 WIB
Suasana foto bersama Muskomcab dan Mapenta Pemuda Katolik Manggarai Timur di Aula Kevikepan Borong yang dihadiri peserta OMK serta pemerintah daerah setempat. (Foto Acong )
Suasana foto bersama Muskomcab dan Mapenta Pemuda Katolik Manggarai Timur di Aula Kevikepan Borong yang dihadiri peserta OMK serta pemerintah daerah setempat. (Foto Acong )

 

REPORTASENTT.COM, BORONG- Pemuda Katolik Cabang Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menggelar Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) dan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta), Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kevikepan Borong itu dibuka oleh Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas.

Dalam sambutannya, Bupati Agas mengharapkan organisasi tersebut berkembang sebagai wadah yang aktif, kreatif, serta memiliki kepedulian sosial.


Baca Juga: Nama Oknum Polisi Disebut dalam Dugaan Rekayasa Kasus Narkotika di Adonara

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas agar roda organisasi berjalan optimal serta mampu menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat.

Muskomcab yang diikuti perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) dari seluruh paroki se-Kabupaten Manggarai Timur itu menghasilkan kepengurusan baru.

Forum menetapkan Saferinus Gapur sebagai Ketua dan Yopie Mon sebagai Sekretaris Umum untuk periode 2026–2028.

Baca Juga: Langgar Kode Etik, Dua Anggota Polres Ende Resmi Dipecat Tidak Dengan Hormat



Saferinus Gapur menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berperan dalam menghidupkan kembali Pemuda Katolik di Manggarai Timur.

Ia berharap hasil Muskomcab menjadi pijakan bersama untuk mengembangkan organisasi ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, kerja bersama dan kekompakan menjadi kunci agar program organisasi memberi dampak luas dalam kehidupan bermasyarakat dan pelayanan Gereja.


Baca Juga: Sindikat BBM Subsidi di Banyuwangi Terbongkar, Polisi Amankan 7 Tersangka dan Ratusan Jerigen

Hal senada disampaikan Yopie Mon. Ia melihat kehadiran Pemuda Katolik sebagai ruang pemersatu OMK di seluruh wilayah Manggarai Timur.

Berbagai agenda besar, kata dia, membutuhkan kesatuan gagasan serta sinergi dalam berorganisasi.

Ia juga menilai dinamika organisasi sebagai bagian dari proses pendewasaan yang akan memperkuat solidaritas internal. Dengan semangat kebersamaan, Pemuda Katolik diharapkan mampu berkontribusi bagi lingkungan, masyarakat, Gereja, dan bangsa.

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X