REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, dengan tegas menolak pengadaan mobil dinas baru untuk dirinya dan Wakil Bupati Ignas Uran.
Menurutnya, masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus diprioritaskan, terutama perbaikan infrastruktur jalan dan bantuan bagi korban erupsi Gunung Lewotobi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah rapat paripurna di Gedung DPRD Flores Timur pada, Jumat (7/3/2025).
Baca Juga: SK Dua Kades di Flotim Diaktifkan Kembali, Bupati Anton Sampaikan Hal Ini!
Dalam kesempatan itu, Bupati Antonius menyampaikan bahwa ia dan wakilnya tidak akan menggunakan mobil baru yang telah disediakan dalam anggaran pemerintah daerah.
“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya dan Wakil Bupati Pak Ignas Uran tidak mau menggunakan mobil tersebut. Mobil itu bisa dijual kembali untuk kepentingan masyarakat, meskipun secara aturan harus melalui prosedur yang berlaku,” ujar Antonius.
Ia juga menyoroti kondisi kendaraan dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah tidak layak pakai.
Baca Juga: Ini Alasan Pengangkatan PPPK 2024 Dijadwalkan pada Maret 2026
Menurutnya, opsi penjualan mobil dinas baru bisa dialihkan untuk membeli kendaraan yang lebih layak bagi OPD atau digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Kami melihat mobil-mobil OPD banyak yang sudah tidak layak. Mungkin lebih baik dijual kembali dan hasilnya digunakan untuk membeli kendaraan yang lebih baik bagi OPD atau dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat. Infrastruktur jalan di Flores Timur masih banyak yang rusak dan harus diperbaiki, begitu juga dengan bantuan bagi para korban erupsi Gunung Lewotobi yang masih sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah,” tambahnya.
Keputusan ini diambil kata Bupati Doni Dihen, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan mendesak masyarakat Flores Timur.