daerah

Tangis Haru di RSUD Larantuka: Korban Erupsi Gunung Lewotobi Menanti Harapan

Selasa, 25 Maret 2025 | 09:03 WIB
Wakil bupati Flores timur, Ignas Boli Uran saat saat menjenguk dua korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Senin (24/3/2025). (Foto/ Elen)

Sayangnya, hingga kini, keterbatasan ruang perawatan di rumah sakit rujukan masih menjadi penghalang.

Di tengah kesedihan dan kecemasan keluarga, Ignasius Boli Uran hadir untuk memberikan dukungan moral.

 Baca Juga: Kapolda NTT Perketat Pengawasan Tarif Transportasi, Operasi Ketupat Turangga 2025 Diperpanjang

Dengan suara lirih namun penuh keteguhan, ia menenangkan keluarga korban yang tak kuasa menahan air mata.

“Ini adalah musibah yang tak kita duga dan tak pernah kita harapkan. Namun, saya meminta keluarga tetap tabah dan kuat. Kami, pemerintah, akan selalu hadir untuk mendampingi serta memastikan korban mendapatkan perawatan terbaik,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kunjungan ini turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Agustinus Ogie Silimalar, Kalak BPBD Fredy Moat Aeng, Kepala Dinas Sosial Benediktus Herin, serta Plt. Direktur RSUD Gregorius Bato Koten.

 Baca Juga: Bunda Julie Laiskodat Gelar Buka Puasa dan Salurkan Sembako di Waiburak, Wujud Cinta bagi Umat Jalankan Ibadah Puasa

Plt. Direktur RSUD, Gregorius Bato Koten, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan RS Prof. W.Z. Yohanes Kupang untuk merujuk Hendrikus Saka.

Namun, keterbatasan ruang perawatan menghambat proses rujukan tersebut.

“Kami terus membangun komunikasi dengan pihak RS Prof. W.Z. Yohanes agar bisa segera mendapat kepastian. Pasien ini membutuhkan perawatan yang lebih intensif, dan kami berharap rujukan dapat segera dilakukan demi keselamatannya,” katanya dengan nada penuh keprihatinan.

 Baca Juga: IKTL Laksanakan Program KKN Perdana di Kabupaten Lembata

Dokter Spesialis Residen Anestesi, dr. Ferdinan, turut menambahkan bahwa kondisi medis Hendrikus Saka cukup memprihatinkan.

Selain luka bakar yang luas, ia juga mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup abu vulkanik dalam jumlah besar.

“Kami berharap proses rujukan bisa dipercepat. Hendrikus membutuhkan perawatan intensif yang lebih memadai agar peluang kesembuhannya lebih besar,” tuturnya.

 Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki- laki Erupsi, Status Level IV (Awas) Ditetapkan

Halaman:

Tags

Terkini