REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Gunung Lewotobi mengalami erupsi dahsyat pada Kamis (20/3) sekitar pukul 23.00 WITA.
Ledakan besar disertai nyala api kilat terlihat di puncak gunung, mengagetkan warga di sekitar kawasan tersebut.
Masyarakat Desa Lewotobi berhamburan keluar rumah sesaat setelah ledakan terjadi.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki- laki Erupsi, Status Level IV (Awas) Ditetapkan
Selang sepuluh menit kemudian, hujan abu bercampur kerikil turun dengan intensitas tinggi, membuat warga kembali masuk ke rumah untuk berlindung.
Hujan abu berlangsung beberapa waktu sebelum akhirnya mereda.
Hingga pagi ini, suasana di Desa Lewotobi tampak lengang dan sepi.
Baca Juga: Kapolres Ende Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Dhuafa
Aktivitas warga belum kembali normal, sementara halaman rumah dan jalanan dipenuhi abu vulkanik.
Menurut Robert Ola, seorang warga Desa Lewotobi, ini adalah hujan abu terparah yang mereka alami sejak erupsi Gunung Lewotobi dimulai pada November 2024.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga akibat peristiwa ini.
Baca Juga: Pemerintah Terapkan Mekanisme Baru Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah
Sementara itu, warga Desa Riangrita dan Nurabelen semalam memilih berkumpul di kantor desa untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan.
Artikel Terkait
Bunda Julie Laiskodat Gelar Buka Puasa dan Salurkan Sembako di Waiburak, Wujud Cinta bagi Umat Jalankan Ibadah Puasa
IKTL Laksanakan Program KKN Perdana di Kabupaten Lembata
Tersangka Pembunuhan di Bima Ditangkap Setelah Buron Dua Tahun
Kapolres Ende Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Dhuafa
Gunung Lewotobi Laki- laki Erupsi, Status Level IV (Awas) Ditetapkan