“Kami pulang Sabtu pagi, setelah mengikuti prosesi Jumat Agung malam,” ujar Suryanto saat ditemui Wartawan di Wure, Kecamatan Adonara Barat beberapa hari lalu.
Tidak semua peziarah bermalam di hotel. Sebagian besar, terutama dari wilayah NTT, memilih menginap di rumah kerabat atau homestay.
Baca Juga: Jokowi Sampaikan Bela Sungkawa atas Wafatnya Paus Fransiskus: Keteladanan dan Kasihnya Abadi
“Kami menginap di rumah keluarga. Datang hari Rabu, pulang Sabtu pagi,” kata Vinsenius, peziarah asal Paroki Santo Yoseph, Naikoten II.
Pantauan Media ini di Pelabuhan Fery Waibalun, Senin pagi, ratusan peziarah asal Pulau Timur antre untuk menyeberang pulang. Wajah-wajah lelah bercampur puas mewarnai perjalanan mereka.
Panitia Semana Santa 2025 mencatat total peziarah tahun ini mencapai lebih dari 20 ribu orang.
Baca Juga: Perkuat Transformasi, Pemkab Flotim Siapkan RKPD 2025, Fokus Tingkatkan Produktivitas
Mereka datang dari berbagai kabupaten di NTT, juga luar daerah seperti Jakarta, Surabaya, hingga peziarah mancanegara dari Portugal, Malaysia, dan Timor Leste.
Semana Santa telah usai, peziarah telah pulang, dan Larantuka kembali dalam sunyi.