Arus Balik Peziarah Semana Santa Larantuka: Tradisi Usai, Kota Kembali Sunyi

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 22 April 2025 | 20:19 WIB
Arus balik peziarah Semana Santa Naik Kapal Fery Cakalang II dari Pelabuhan Waibalun, Flores Timur, NTT, Senin 21 April 2025 sore. (Foto Tim.)
Arus balik peziarah Semana Santa Naik Kapal Fery Cakalang II dari Pelabuhan Waibalun, Flores Timur, NTT, Senin 21 April 2025 sore. (Foto Tim.)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pekan Suci Semana Santa 2025 di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, resmi berakhir.

Kota kecil di ujung timur Pulau Flores yang selama sepekan terakhir sesak oleh peziarah, perlahan kembali lengang.

Arus balik pun memuncak sejak Sabtu, 19 April, sehari setelah puncak Prosesi Jumat Agung yang menjadi magnet utama ribuan peziarah.

 Baca Juga: Menara Eiffel di Paris Akan Dipadamkan untuk Mengenang Wafatnya Paus Fransiskus

Sejumlah hotel dan penginapan di Larantuka mencatat tingkat okupansi turun drastis mulai Sabtu siang.

“Peziarah dari Jakarta yang menginap di hotel kami cek out Sabtu pagi. Sekarang sudah tidak ada lagi tamu Semana Santa,” ujar Rensiana Beka, resepsionis Hotel Sunrise Larantuka, kepada Wartawan, Senin, 21 April 2025.

Fenomena serupa terjadi di Hotel Pelangi. Menurut pengelolanya, Udis Lamawitak, sebagian besar peziarahnya berasal dari Surabaya, Papua, Manggarai, dan Nagekeo.

 Baca Juga: Terduga Pencuri Sembako di Kupang Diamankan, Ternyata Seorang Guru Honorer

“Kebanyakan mereka masuk sejak Kamis, dan pulang Sabtu pagi. Tahun ini ada beberapa yang datang lebih awal karena mardomu, jadi mereka tiba sejak Minggu Palma,” katanya.

Semana Santa bukan sekedar prosesi ibadah, melainkan ritual tradisi Katolik bercampur adat Larantuka yang sarat simbol.

Tradisi berusia ratusan tahun ini selalu menarik peziarah dari dalam dan luar negeri, terutama untuk mengikuti tiga momen penting, Cium Tuan Berdiri di Kapela Wureh, Prosesi Laut Tuan Meninu, dan Prosesi Jumat Agung malam.

 Baca Juga: Direktur Pemberitaan Jak TV Diduga Terima Rp487 Juta Tanpa Kontrak, Terseret Kasus Perintangan Penyidikan


Suryanto, Juliana, dua peziarah asal Paroki Santo Aloysius Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, misalnya, memilih tiba di Larantuka sejak Kamis pagi agar tidak melewatkan prosesi yang dimulai sore hari.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X