Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan selama proses pelatihan, baik dari segi waktu belajar, tata tertib, hingga penggunaan gawai.
“Selama pelatihan, handphone hanya boleh digunakan pada hari Sabtu dan Minggu. Belajar dilakukan dari pukul 08.00 hingga 16.00, malamnya ada pengecekan, dan peserta tidak boleh keluar tanpa izin,” jelas Budiman.
LPK Sekai Hikari Indonesia menargetkan seluruh peserta asal Flores Timur dapat diberangkatkan ke Jepang setelah menyelesaikan pelatihan.
Baca Juga: Viral! Ibu di Kupang Nyaris Cium Wapres Gibran, Kini Minta Maaf
Budiman berharap, dalam beberapa tahun ke depan, semakin banyak alumni pelatihan dari Flores Timur yang bekerja di Jepang dan membawa perubahan positif bagi daerahnya.
“Kalau tahun ini semua bisa diberangkatkan, tahun depan mungkin tambah lagi. Suatu saat, kabupaten ini bisa penuh dengan alumni Jepang yang punya etos kerja dan disiplin tinggi. Itu jadi modal penting untuk pembangunan,” kata Budiman.